Spot Menawan di Puncak Pringgitan

14

PONOROGO –  Gunung Pertapan atau lebih dikenal Gunung Pringgitan, cukup familier bagi sebagian masyarakat Ponorogo. Khususnya, para pecinta alam. Sebab, gunung ini dulu jadi destinasi favorit untuk camping. Selain menyajikan kesejukan hutan pinus, jika malam hari juga bisa menyaksikan kerlap-kerlip lampu kota Ponorogo dari puncaknya. ’’Kalau cuaca cerah, dengan bebas bisa menyaksikan bintang di langit,’’ kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wates, Slahung, Ponorogo, Lutfi Ari Amnan.

Di gunung ini memiliki tiga spot menarik. Paling bawah ada puncak Watu Putih. Saat ini, pihaknya tengah mengembangkannya dengan menambah beberapa fasilitas. Di antaranya rumah pohon, gazebo, taman dan sebagainya. Kemudian, juga ada puncak Pertapan. Namun, lokasinya cukup terjal dan sulit dijangkau. ’’Selain itu juga Gunung Kuncung yang tak kalah menarik,’’ ungkapnya.

Ketua karang taruna desa setempat ini mengatakan pemerintah desa (pemdes) setempat ingin mengembangkan kedua potensi wisata itu. Kendati sudah dikenal masyarakat, namun belum dikelola secara profesional. Rencananya, akan ditambah beberapa fasilitas lagi. Misalnya saluran air, listrik, musala, MCK dan lainnya. Pihaknya juga berencana membuka wahana outbond dan bumi perkemahan (buper) di lokasi tersebut. ’’Kami sudah mengajukan proposal ke dinas pariwisata untuk pengembangannya,’’ tuturnya.

Menurut Lutfi, kedua potensi itu tidak hanya perlu biaya besar. Tapi, juga butuh izin dari pihak Perhutani sebagai pemilik lahan. Meski saat ini sudah dianggarkan melalui karang taruna, namun masih belum bisa meng-cover semua kebutuhan. Sebab, selain menambah beberapa fasilitas, juga perlu pelebaran akses jalan menuju lokasi.

Karena itu, pihaknya berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan. Dia berharap ke depan Pringgitan bisa seperti Hutan Pinus Mangunan, Dlingo, Bantul, Jogjakarta. ’’Karena itu, kami snagat mengharap bantuan pemerintah untuk mengembangkannya,’’ ungkapnya.

Terpisah Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Ponorogo Lilik Slamet Raharjo mengatakan pihaknya tahun ini terus menggali potensi wisata. Seiring dengan ditetapkannya tahun ini sebagai tahun wisata. Langkah utama, yakni menggali potensi alam di desa-desa. ’’Kami terus mendukung upaya mengembangkan potensi alam di desa menjadi desa wisata,’’ kata Lilik.

Dia menambahkan beberapa desa wisata yang patut dijadikan percontohan salah satunya Desa Glinggang, Sampung, Ponorogo. Dia mengungkapkan pemerintah desa setempat terus menggali potensi alam. ‘’Pihak desa telah mengelola beberapa spot untuk menarik wisatawan. Tidak menutup kemungkinan Gunung Pringgitan ke depan bisa menjadi magnet wisata bagi pengunjung,’’ lanjutnya.

Beberapa waktu lalu, pemerintah kabupaten (pemkab) setempat telah melakukan studi banding. Seluruh kepala desa berkunjung ke Kabupaten Klungkung, Bali. Salah satu target yang yang hendak dicapai yakni pengelolaan desa wisata. ‘’Harapan kami setelah program tersebut, seluruh pemerintah desa minimal dapat mengelola desa masing-masing menjadi desa wisata. Terutama berkaitan dengan manajemen,’’ ucapnya. (mg7/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here