Spesialis Curanmor dan Tiga Penadah Dibekuk Polisi

97

MAGETAN – Sindikat dan jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil diungkap polisi. Seorang bandit spesialis pencurian sepeda motor dibekuk. Tidak lain Arief Ahmad, 24, warga Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Karanganyar, Jateng.

Tiga penadah anggota sindikat itu juga diamankan. Dheny Candra dan Supriyono asal Wonogiri; serta Sakti Agus Pranoto, warga Ponorogo. Polisi juga menyita barang bukti berupa tiga unit sepeda motor hasil curian berbagai merek dan jenis. Serta sepeda motor milik pelaku yang diduga dipakai untuk aksi kejahatan.

Terungkapnya kasus tersebut bermula dari tertangkapnya Arief. Dia ditangkap setelah jejaknya terendus oleh polisi sedang berada di Magetan. Dari situ polisi kemudian melakukan penangkapan. Ketika diinterogasi petugas, Arief mengaku bahwa sepeda motor hasil curiannya dijual ke Dheny Candra, Supriyono, dan Sakti Agus Pranoto.

Berdasar keterangan Arief, polisi langsung mengejar ketiga penadah tersebut. Penangkapan dilakukan secara terpisah. ‘’Dari empat orang yang kami amankan, salah satunya sebagai eksekutor,‘’ kata Kapolsek Parang AKP Suwadi kemarin (25/3).

Masih pengakuan Arief, dia telah beraksi enam kali. Di antara jumlah itu, tiga tempat kejadian perkara (TKP) berada di wilayah Poncol. Lalu, masing-masing satu TKP di Plaosan, Parang, dan Ponorogo. ’’Mereka melakukan pencurian di seluruh TKP tersebut sejak tahun lalu,’’ jelas kapolsek.

Suwadi mengatakan bahwa pelaku tergolong berani. Karena setiap aksinya dilakukan saat kondisi ramai. Dia mengincar kendaraan yang terparkir di titik-titik keramaian. ‘’Jadi, motif pelaku ini mencuri kendaraan ketika pemiliknya lupa mencabut kunci motor,’’ terangnya.

Hampir semua motor hasil curian telah dijual Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Belakangan terungkap bahwa pelaku menjual hasil curiannya ke penadah. Sebelum kemudian dijual oleh mereka ke pembeli lainnya melalui Facebook. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here