Sosialisasi Pilkades E-Voting Magetan Masih Tunggu Alat

19

MAGETAN – Tahapan pemilihan kepala desa (pilkades) Magetan dengan sistem e-voting segera bergulir. Pemkab masih menyusun jadwal. Masih ada rentang waktu hingga empat bulan kedepan sebelum pelaksanaan pilkades. ’’Semoga saja bulan depan sudah memasuki tahapan persiapan sosialisasi,’’ ujar Kepala DPMPD Kabupaten Magetan Iswahyudi Yulianto.

Dijelaskan, sosialisasi yang dimaksud bukanlah sosialisasi pilkades e-voting. Melainkan sosialisasi adanya pelaksaan pilkades ke desa yang bakal berganti pemimpin. Ada 184 desa yang akan melaksanakannya. Dimana, seharusnya sekarang ini desa juga sudah mempersiapkan diri untuk menginformasikan adanya pelaksanaan pilkades empat bulan mendatang. Tepatnya pada November. ’’BPD dan kades sudah bergerak seharusnya,’’ terangnya.

Namun, kata dia, untuk sosialisasi pelaksanaan pilkades dengan sistem e-voting masih belum dilaksanakan. Itu lantaran alat untuk pelaksanaan pilkades masih belum ada. Dimana, pengadaan itu menjadi tugas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Magetan. Sosialisasi baru akan dilaksanakan setelah Suwata membawa seperangkat alat e-voting tersebut. ’’Sosialisasi tanpa alat, tidak mungkin. Malah membingungkan masyarakat nanti,’’ ungkapnya.

Saat ini, Yuli intens berkomunikasi dengan Suwata. Sebab, jadwal yang ditetapkannya harus sinkron dengan peralatan yang disediakan diskominfo. Meski menjadi leading sector pelaksanaan pilkades e-voting, Yuli tidak bisa menetapkan jadwal seenak jidatnya. Karena banyak organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam gawe besar Kabupaten Magetan itu. ’’Kami terus mengadakan rapat untuk menyusun jadwal. Supaya klop,’’ terangnya.

Apalagi, urusan informasi dan teknologi (IT), Yuli tak paham. Dia menyerahkannya kepada Suwata yang lebih kompeten di bidang IT tersebut. Termasuk dengan teknis pelaksanaan pilkades e-voting. Ada tim ahli pula yang disiapkan Suwata untuk mengoperasikan seperangkat alat e-voting mendampingi panitia pilkades. ’’Kami hanya pelaksana. Urusan IT menjadi ranah diskominfo. Semoga pertengahan Juli sudah bisa sosialisasi,’’ terangnya.

Yuli menambahkan, koordinasi dengan diskominfo juga termasuk pembagian desa yang melaksanakan pilkades pada hari yang sama. Mengingat, pilkades serentak itu tidak mungkin dilaksanakan satu hari. Melainkan secara bertahap dengan melihat jumlah alat yang mampu terbeli dengan anggaran yang ada. Namun, tahapan hingga pelantikannya tetap serentak. ‘’Pilkades bukan hal baru, tapi secara e-voting baru perdana. Kami perlu mempersiapkannya secara matang,’’ pungkasnya. (bel/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here