AdvertorialOpini

Sosialisasi Empat Pilar MPR: Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Bangsa

Oleh: ANGGOTA MPR RI DAPIL JATIM VIII  Ir. H. Soepriyatno

KEGIATAN sosialisasi empat pilar merupakan manifestasi tanggung jawab anggota MPR RI sebagaimana tertuang dalam pasal  5 UU 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). MPR mempunyai tugas untuk memasyarakatkan ketetapan MPR, memasyarakatkan Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, mengkaji sistem ketatanegaraan, UUD 1945, serta pelaksanaannya dan menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan UUD 1945.

Dalam rangka menguatkan komitmen kehidupan berbangsa dan bernegara, sosialisasi empat pilar MPR RI harus terus dilakukan di tengah-tengah masyarakat. Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat lebih mengenal dan memahami landasan ideologi, konstitusi dan komitmen kebangsaan dengan menjujung tinggi nilai-nilai keragaman.

Semua penjelasan itu saya sampaikan dihapan para tokoh masyarakat dan organisasi pemuda di Madiun pada 30 Juni lalu. Empat pilar MPR RI merupakan karakter bangsa yang harus dipertahankan dan dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Pada nilai-nilai tersebut ditanamkan rasa cinta tanah air, dan mengajarkan terkait wawasan kebangsaan, serta memperkuat potensi integrasi bangsa seperti kerukunan antarumat beragama, kerukunan antarsuku, golongan dan lain sebagainya dalam bingkai NKRI. Seiring dengan perjalanan waktu dan sejarah bangsa, kini apa yang telah diperjuangkan para pendiri dan pendahulu bangsa tengah menghadapi batu ujian keberlangsungannya.

Reformasi yang sarat dengan semangat perubahan, telah mempengaruhi pola pikir, pola sikap dan pola tindak generasi penerus bangsa dalam menyikapi berbagai permasalahan kebangsaan. Pemahaman generasi penerus bangsa terkait nilainilai yang terkandung dalam empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Sesanti Bhinneka Tunggal Ika), semakin terdegradasi dan terkikis oleh derasnya nilainilai baru yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa. Ironisnya, sementara nilainilai baru ini belum sepenuhnya dipahami dan dimengerti. Namun nilainilai lama sudah mulai ditinggalkan dan dilupakan. Tanpa disadari, generasi penerus bangsa bergerak semakin menjauh dari Pancasila sebagai jati diri bangsa yang bercirikan semangat gotong royong.

Peluang yang semakin kompleks ke depan diharapkan semua komponen bangsa memainkan perannya masing-masing menuju Indonesia yang lebih maju, adil dan damai. Melihat ancaman terhadap keutuhan NKRI kian besar terutama dengan berkembangnya ideologi radikal yang berupaya untuk mengganti ideologi bangsa maka masyarakat harus terus ditanamkan dan diperkuat ideologi Pancasila cinta tanah air serta menolak dengan tegas ideologi yang tidak sesuai dengan cita-cita kemerdekaan.

Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai pembangkit semangat membangun kesadaran memperkokoh persatuan, kesatuan berbangsa dan bernegara dalam hidup berdampingan dengan rukun dan damai yang dibingkai NKRI.

Sebagai dasar negara, Pancasila merupakan ideologi, pandangan dan falsafah hidup yang harus dipedomani bangsa Indonesia dalam proses penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya merupakan nilai-nilai luhur yang digali dari budaya bangsa dan memiliki nilai dasar yang diakui secara universal serta tidak akan berubah oleh perjalanan waktu. (adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close