Sopir Truk Sakau Sabu-Sabu

70

PACITAN – Erik Santoro, warga Kelurahan Babat Jerawat, Pangkal, Surabaya, telah mengonsumsi sabu-sabu sejak 2016 silam. Awalnya coba-coba, kini sopir truk itu kehilangan stamina jika tidak mengisap salah satu jenis narkotika tersebut. ‘’Padahal itu hanya semu dan sementara, dan akhirnya ketergantungan,’’ kata Kasubbag Humas Polres Pacitan AKP Djamin kemarin (4/12).

Pria 32 tahun itu disergap polisi atas laporan warga yang curiga pelaku mengonsumsi sabu-sabu di salah satu hotel Jalan A Yani Pacitan. Setelah diselidiki dan berlanjut penggerebekan pukul 05.00 Minggu lalu (25/11), polisi memergoki Erik  tengah sakau akibat mengonsumsi serbuk setan itu. ‘’Pelaku sendirian di kamar hotel. Kami juga menemukan beberapa barang bukti,’’ ujarnya.

Barang bukti itu berupa tiga paket narkotika sabu-sabu seberat 1,53 gram beserta alat isap, dua plastik klip sisa bungkus yang diduga telah digunakan pelaku, serta beberapa alat bukti lain. Pun dari hasil tes, pria gemuk itu  positif menggunakan sabu-sabu. ‘’Kami sangkakan pasal 112 atau 127 UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana empat tahun penjara,’’ jelasnya.

Polisi lantas mengembangkan penyelidikan. Sebab, dari mulut Erik mucul nama Singgih Kristyanto. Warga kelurahan Moro Krembangan, Krembangan, Surabaya, ini adalah kurir dari Mujiono. Nama, terakhir yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO) tersebut adalah pemasok sabu-sabu yang biasa dibeli Erik.

Dibantu Erik, petugas melakukan undercover buy untuk mencokok Mujiono. Namun, lantaran licin, petugas hanya berhasil meringkus Singgih. ‘’Kami coba pancing pelaku (Mujiono, Red), tapi sampai saat ini belum ketemu,’’ bebernya.

Pihaknya tak hanya memburu Mujiono. Tapi, juga menelisik Mr X yang mengantar paket barang haram itu ke Erik. Pasalnya, Singgih merupakan kurir cadangan setelah kurir sebelumnya tak dapat mengantarkan paket yang dipesan petugas. ‘’Seharusnya yang mengantar kurir pertama (Mr X, Red), tapi tiba-tiba diganti Singgih,’’ sebutnya.

Dari tangan Singgih, petugas mengamankan satu paket sabu seberat 1,7 gram beserta alat isap dan barang bukti lainnya. Meski pria yang mengaku bekerja sebagai pengantar elpiji itu mengelak, namun petugas tetap menahannya. ‘’Berdasarkan keterangan kedua pelaku, Mujiono tengah mendekam di penjara. Tapi, tetap kita lakukan pendalaman lebih lanjut,’’ ungkapnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here