Sopir Truk Resmi Tersangka

74

NGAWI – Tak butuh waktu lama bagi kepolisian untuk menyematkan status tersangka kepada Muhammad Sholeh Ajiaman, 41. Kenaikan status sopir truk tronton nomor B 9013 TEA itu ditetapkan kurang dari 48 jam pascakejadian.

Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu menuturkan, proses penyelidikan kecelakaan berujung tewasnya masinis KA Sancaka ini di-back up Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur. Juga, menggaet tim ahli dari Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya. ‘’Penetapan tersangka mendasar dua alat bukti yang diperkuat keterangan saksi-saksi,’’ tuturnya.

Pendalaman materi, lanjut Pranatal, menyoal seputar kegiatan Ajiaman sebelum kendaraannya melintang di rel kereta hingga memicu terjadinya kecelakaan yang proses evakuasinya belum tuntas hingga sekarang. ‘’Sebenarnya aktivitas pengangkutan material di jam (kecelakaan) itu sedang istirahat. Jadi, aktivitasnya truk itu tanpa sepengetahuan petugas pengatur jam kereta,’’ imbuhnya.

Menurut Pranatal, sopir asal Jamberejo, Kedungadem, Bojonegoro, itu sengaja mengabaikan jam istirahat yang telah ditentukan. Guna mempercepat pekerjaan agar dapat lekas pulang. Nahas, inisiatifnya itu ternyata berbarengan dengan perjalanan KA Sancaka Jogja-Madiun dengan nomor lokomotif CC 201839 yang dimasinisi (alm) Mustofa. ’’Sebelum kejadian, tersangka melompat dari kendaraan. Makanya selamat,’’ bebernya.

Pranatal menyebutkan, para saksi yang sudah dimintai keterangan merupakan karyawan PT KAI serta pelaksana proyek double track dari PT Giri Bangun Sentosa. Termasuk pengendara yang memarkirkan mobil Avanza L 1356 BH di dekat proyek tersebut. ’’Berdasarkan catatan kepolisian, kejadian seperti ini sering terjadi di luar Ngawi. Rata-rata di proyek double track,’’ ucap perwira polisi dengan dua melati di pundak itu.

Boleh jadi, satuan petugas (satgas) dari Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah Jawa Bagian Timur-sebagai penanggung jawab pekerjaan proyek- segera dimintai keterangan. Polisi ingin mengklarifikasi lebih jauh ada-tidaknya upaya antisipasi yang dilakukan pengerjaan double track terhadap potensi kerawanan yang terbukti berujung kecelakaan Jumat lalu. ’’Ini kan menimbulkan kerawanan baru. Nah, sudah ada antisipasi atau tidak,’’ tegasnya kepada Radar Ngawi.

Pranatal menuturkan, Polda Jatim telah menerapkan traffic accident analysis (TAA) dalam proses penyidikan. TAA merupakan proses rekonstruksi terjadinya kasus kecelakaan lalu lintas. Sehingga dapat memperolah informasi berupa kronologi, pola kejadian, informasi teknis, kondisi infrastruktur, kondisi pelaku kecelakaan fisik ataupun mental. ’’Ada teknologi modern yang membantu mencari informasi supaya lebih akurat untuk pengembangkan kasus ini,’’ tambahnya.

Pengawas Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Timur Sudarto memastikan, pekerjaan proyek double track dihentikan khusus di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). ‘’Pekerja di TKP kami perbantukan untuk evakuasi,’’ ujar Sudarto, pengawas Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Timur.

Sudarto juga belum dapat memastikan kapan pekerjaan proyek jalur ganda itu kembali dimulai. Namun, pekerjaan di titik lain tetap berjalan normal. Kendati truk penyebab kecelakaan merupakan bagian pendukung proyek, Sudarto tak ingin hal itu dijadikan kambing hitam. ‘’Bisa jadi memang sopirnya lalai. Kami menganggap ini sebagai musibah,’’ beber Sudarto.

Di sisi lain, Hendra Wahyudi, asisten masinis KA Sancaka yang selamat, kondisinya mulai berangsur membaik. Dia yang langsung dilarikan ke RSUD dr Soedono Madiun dalam kondisi kritis itu sudah mulai dapat berkomunikasi. Namun, tetap butuh perawatan intensif. Sedangkan, tiga korban luka lainnya telah dipulangkan setelah dirawat di RS At-Tin, Ngawi. Ketiganya meliputi Moh. Maafi Sakbi (balita 3,6 tahun), Fuad, serta Muhammad Taufik. ’’Mereka hanya luka ringan,’’ ungkap seorang petugas medis RS AT-Tin. (ian/c1/fin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here