Sopir Ngantuk, Swift Tabrak Truk Trailer di Tol Sragen-Ngawi

359

NGAWI – Jangan terlena mulusnya jalan tol. Selalu konsentrasi. Terlena bisa menemui celaka. Seperti kecelakaan pada ruas tol Sragen-Ngawi KM 572 Selasa (4/12) malam. Gara-gara melaju dengan kecepatan tinggi, Suzuki Swift nopol N 1679 HE yang dikemudikan M Rizki Lamra, warga Desa Sekarpuro, Pakis, Kabupaten Malang hilang kendali dan menabrak truk trailer nopol H 1770 EH.

Tidak ada korban jiwa. Tapi, Rizki dan Wanda Pustika, 27, seorang rekannya yang berasal dari Desa Ngadiboyo, Rejoso, Nganjuk, mengalami luka-luka. Informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika Rizki mengemudikan mobilnya dari arah Sragen menuju Ngawi, sekitar pukul 22.00. Diduga, saat itu Rizki dalam kondisi mengantuk. Ketika konsentrasi menurun, mobil menabrak bagian belakang trailer bermuatan beton yang dikemudikan Tri Wahyu Anggoro, warga Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. ’’Pengemudi Swift mengantuk, kurang memperhatikan arus lalu lintas, dan tidak bisa menguasai laju kendaraan,’’ ujar Kanit Laka Polres Ngawi Ipda Cipto Utoyo kemarin (5/12).

Akibat laka lantas tersebut, Rizki mengalami luka benturan di dahi hingga robek. Sementara Wanda, mengalami robek bibir dan kepala belakang. Tabrakan juga mengakibatkan ekor belakang kiri truk trailer bermuatan beton itu peyok. Kerusakan lebih parah terdapat pada Swift. Moncong sampai pintu depan kiri mobil kelir putih susu itu ringsek serta kaca pecah. ’’Dua korban segera dibawa ke RS At-Tin Husada. Kendaraan diamankan sebagai barang bukti,’’ ungkap Cipto.

Seolah tiada hari tanpa laka lantas. Selama tujuh hari uji coba tol Sragen–Ngawi, satuan Cipto mencatat sudah enam kali insiden kecelakaan terjadi di ruas Ngawi–Mantingan. Cipto mengamini bahwa laka lantas kerap terjadi saat malam atau dini hari. Kendati begitu, faktor human error disebut-sebut sebagai biang kecelakaan. Mulai mengantuk sampai kelewat dalam menginjak pedal gas alias terlena mulusnya jalan bebas hambatan. ‘’Kecelakaan sering terjadi karena pengemudi yang kurang berhati-hati saat berkendara,’’ katanya.

Hari ini (6/12) tol Sragen – Ngawi mulai dipatok tarif. Masa percobaan tol telah usai. Survei Jawa Pos Radar Ngawi, sejumlah pengemudi yang mencoba tol mengaku mesti ekstra hati-hati saat melintas jalan bebas hambatan tersebut. Lebih-lebih, ketika berkendara pada malam hari. ’’Harus benar-benar fokus kalau nyopir. Soalnya yang dilihat cuma jalanan beton. Apalagi malam dan hujan, mobil di depan kita akan kelihatan jelas setelah jarak benar-benar dekat. Kurang terang,’’ ujar Sunarto, salah seorang warga Ngawi.

Sekadar diketahui, selama masa percobaan pihak pengelola tol mencatat rata-rata 7 ribu kendaraan melintas di tol Sragen – Ngawi per hari. Menyoal penerangan jalan tol, Manajer Operasi Tol Solo – Ngawi Imam Zarkasi mengungkapkan bahwa penerangan jalan tol sudah sesuai prosedur. Dikatakannya, lampu penerangan sudah disediakan di tiap kawasan menuju atau keluar gerbang tol. Ya, lampu penerangan memang disediakan cukup pada kawasan gerbang tol. ’’Standar jalan tol memang seperti itu. Ketentuan jalan tol luar kota, tidak harus pakai lampu penerangan,’’ ujarnya.

Tidak semua ruas jalan tol diberi lampu penerangan. Imam mengantakan, pihaknya sudah menyediakan reflektor pencahayaan atau yang biasa disebut mata kucing. Ya, satu-satunya pencahayaan jalan tol pada ruas yang memang tidak diberi lampu adalah mata kucing tersebut. Oleh karena itu, pengendara yang memilih melintas jalan tol pada malam hari mesti lebih bijak dalam menyikapi kondisi minimnya penerangan jalan tol. ’’Reflektor dipasang tiap 10 meter untuk Solo – Ngawi,’’ pungkasnya.(mg8/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here