Sopir Ngantuk, Nyaris Hilangkan Lima Nyawa

173

PONOROGO – Diduga ngantuk, seorang pengemudi truk nyaris hilangkan lima nyawa penumpang mobil Toyota Rush. Itu terjadi di Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek pukul 02.15, Senin dini hari (16/7). Tepatnya di depan Poskampling 25 Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo, Ponorogo. ‘’Saat itu memang kondisi lalin sedang sepi. Biasanya jam segitu penjual sayur keliling berangkat ke pasar,’’ kata Kapolsek Sawoo AKP Edi Suyono.

Kronologi berawal saat Lationo, 29, warga Desa/Kecamatan Arjosari, Pacitan, melaju dari arah timur. Dia yang mengendarai truk nopol AE 8606 UX dalam keadaan letih dan mengantuk.

Sesampainya di lokasi dia terkaget. Lantaran tiba-tiba kendaraannya sudah melaju ke seberang jalan. Sementara dari arah berlawanan melaju mobil Toyota Rush nopol AE 1072 SK dengan kecepatan cukup tinggi.

Lutiono tidak dapat mengendalikan kendaraannya. Hingga akhirnya benturan keras tidak terhindarkan. Truknya menyosor mobil yang berisi lima penumpang tersebut. Beruntung lalu lintas di tengah malam itu sepi. ‘’Kalau ada kendaraan lain di belakangnya bisa lebih bahaya lagi,’’ lanjut Edi.

Atas kejadian itu, Djemani, 57, pengemudi mobil Toyota Rush yang asli warga Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, mengalami luka ringan. Empat penumpang juga mengalami luka ringan. Yakni Sucipto, 56; Yayuk, 52; Yuni, 45; dan Emy, 52. Sedangkan Pendi, 18, satu penumpang lain, tidak mengalami luka.

Petugas dibantu warga langsung membawa korban ke puksesmas setempat. Beruntung sopir truk tidak mengalami luka. Namun, dia diamankan petugas untuk diselidiki. ‘’Selain jalan bergelombang, kondisi penerangan jalan di lokasi masih minim. Sehingga pengendara wajib hati-hati,’’ imbau Edi.

Edi menerangkan penyebab kecelakaan itu disebabkan sopir truk yang ngantuk saat berkendara. Saat ini sopir dibawa ke mapolres setempat untuk menjalani serangkaian penyelidikan. ‘’Jadi, ini dapat menjadi pelajaran untuk kita semua. Karena tidak hanya nyawa kita. Kalau kita lalai, ada nyawa pengguna jalan lain yang menjadi korban,’’ ungkapnya.

Pihaknya mengimbau kepada pengendara agar tidak nekat berkendara jika keadaan kurang fit. Apalagi jika ngantuk dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. ‘’Jangan sampai nekat, kalau memang capek lebih baik istirahat. Lagian kalau dipaksa ujung-ujungnya seperti ini, siapa yang bertanggung jawab,’’ ujarnya. (mg7/c1/rif)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here