Somoroto ‘’Juara’’ Balon Udara, 35 Diamankan Polisi sejak H+2 Lebaran

233
BERANGUS BALON: Puluhan balon udara liar tanpa awak hasil razia diamankan di Mapolsek Sukorejo.

PONOROGO – Balon liar tanpa awak masih mengudara di langit Ponorogo. Pantauan polres setempat, sedikitnya delapan balon mengudara bebas. Sementara, hasil razia polisi yang dilakukan sejak H+2 Lebaran, sebanyak 35 balon udara liar berhasil digagalkan saat hendak diterbangkan warga.

Puluhan balon udara itu paling banyak ditemukan di Kecamatan Somoroto, yakni 16 buah. Dari kawasan itu petugas juga mengamankan satu karung petasan. Sedangkan dari wilayah Kecamatan Sukorejo polisi mengamankan 12 balon udara. Sementara, sisanya tersebar di Sampung, Balong, Bungkal, Jetis, dan Siman.

‘’Besok (hari ini, Red) masih kami lakukan razia agar warga sadar bahwa tradisi menerbangkan balon udara liar tanpa awak itu membahayakan,’’ kata Kasubag Humas Polres Ponorogo Iptu Edy Sucipta Minggu (9/6).

Seluruh balon hasil razia polisi tersebut diamankan di mapolsek masing-masing wilayah hukum. Ukuran balon bervariasi, mulai lima meter hingga berukuran raksasa mencapai 40 meter. Saat diterbangkan, balon dihiasi mercon berukuran jumbo di bagian pangkalnya.

Edy menjelaskan, balon dan mercon tersebut merupakan buatan warga. Umumnya dibuat kalangan anak muda sepuluh hari menjelang Lebaran. Pembuatannya biasanya dilakukan malam hari.

Dia menyebut, balon udara liar tanpa awak yang diterbangkan warga Ponorogo kali ini jumlah menurun dibanding tahun lalu. Pada momen Lebaran 2018 tercatat sekitar 150 balon udara diamankan petugas. Sementara, setahun sebelumnya sebanyak 149 balon udara digagalkan petugas saat hendak diterbangkan. ‘’Sebenarnya tren-nya menurun, tapi tetap saja bahwa balon udara liar itu membahayakan,’’ tegasnya.

Menurut Edy, balon udara liar tanpa awak bisa memicu kebakaran ketika jatuh dengan keadaan sumbu menyala dan menimpa rumah atau hutan. ‘’Kalau seperti itu siapa yang mau disalahkan? Sementara, jatuhnya bisa jadi di daerah lain,’’ lanjutnya.

Balon udara juga dapat membahayakan pesawat. Sebab, mampu terbang menembus level of cruise (ketinggian jelajah pesawat). Jika tersedot mesin pesawat, sumbu bola api dapat mengakibatkan kecelakaan fatal. ‘’Membahayakan untuk semua jenis pesawat, baik pesawat penumpang maupun pesawat tempur,’’ imbuh Kepala Penerangan Lanud Iswahjudi Letkol. Sus. Hamdi Londong Allo.

Londong mengungkapkan, larangan penerbangan balon udara liar telah diatur dalam Peraturan Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009 tentang Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan. ‘’Kami tidak melarang atau memusnahkan tradisi menerbangkan balon udara. Tapi, tolong dipatuhi aturannya. Contohnya tidak menerbangkan balon di ketinggian 150 meter. Ukuran juga tidak boleh besar. Dan paling penting harus ditambatkan, tidak boleh dilepas,’’ bebernya. (mg7/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here