Magetan

Solusi Atasi Masalah Pengairan Sawah, Keruk dan Luaskan Embung Klumpit

MAGETAN – Pengerukan Embung Klumpit mengemuka. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan daya tampung embung yang terletak di Desa Banyudono, Ngariboyo tersebut. ‘’Debit air yang bisa ditampung embung itu hanya 100 meter kubik. Volume itu belum sesuai standar yang ditentukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo,’’ terang Kabid Sumber Daya Air DPUPR Magetan, Yuli K. Iswahyudi.

Dia menjelaskan lokasi tersebut berperan penting untuk menampung sementara air yang akan dialirkan ke sawah. Karena itu, tanah dan sampah yang memenuhi embung tersebut bakal dikeruk. Sedimentasi di dasar embung juga digali. Tujuannya agar daya tampung embung meningkat. ‘’Embung Klumpit hanya mampu mengairi sekitar 94 hektare lahan sawah di sekitarnya,’’ ungkap Yuli.

Menurutnya, kondisi itu berlangsung saat musim hujan. Ketika memasuki musim kemarau, air embung menyusut. Sehingga petani merasa kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi sawah mereka.

Oleh sebab itu, lanjut Yuli, pengerukan embung bisa berdampak positif terurainya genangan. Hingga sekarang, jumlah titik genangan di kawasan sekitar terus berkurang. Bahkan, di beberapa titik sudah tidak ada lagi. ‘’Seperti sekarang volume air embung sudah menyusut sekitar 70 persen,’’ katanya.

Yang jelas, dia memastikan kebutuhan anggaran untuk pengerukan embung itu sudah disiapkan. Pihaknya hanya tinggal melakukan kajian mendalam dengan konsultan untuk memastikan pengerukan sesuai kebutuhan yang diinginkan petani. ‘’Kalau dilihay dari debit air yang ada sekarang di Embung Klumpit, hanya mampu bertahan maksimal sekitar satu bulan ke depan,’’ terang Yuli. (mgc/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close