Soeparlan, Perintis Budidaya Pohon Kurma di Magetan

323

MAGETAN – Penggemar kurma kini tak perlu jauh-jauh pergi ke Timur Tengah untuk melihatnya. Sebab di Magetan saat ini berdiri kebun kurma seluas 1,5 hektare yang diklaim terbesar se-Madiun Raya.

Deretan pohon kurma terhampar di sebuah perkebunan di Desa Truneng, Sukomoro. ’’Pohon surgawi’’ tersebut tumbuh di atas lahan seluas 15.000 meter persegi. Di sela-sela dedaunannya yang tidak begitu rimbun, tampak buah kurma kehijauan yang bergelantungan di batangnya yang bercabang.

Kebun kurma itu merupakan milik Soeparlan. Dan, telah dikembangkan menjadi agrowisata sehingga tergolong unik. Sebab, memang jarang, yang serius menggarap kurma sebagai komoditas agrowisata.

Pria berusia 62 tahun itu mengungkapkan, membuat kebun kurma dan menjadikannya sebagai komoditas agrowisata memang tak disengaja. Awalnya ada teman yang menawarinya bibit pohon kurma pada 2015 saat sedang berada di Thailand. Soeparlan pun tertarik dan langsung berniat ingin membuka kebun kurma saja. ‘’Dari situ saya belajar bagaimana membudidayakan pohon kurma di Magetan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magetan kemarin (19/4).

Tak butuh waktu lama Soeparlan mengembangkan komoditas buah kurma. Apalagi, dia pernah bekerja di perkebunan nusantara (Persero). Semua cara berkebun nyaris dikuasai olehnya. Seperti bagaimana mengawinkan pohon dan mekanisme memotong sepertiga dari calon bibit kurma yang mulai tumbuh. Jika proses itu dilalui dengan tetap hasil yang didapat sangat menggiurkan. ‘’Umumnya buah kurma berbuah setiap setahun sekali dan harus di lakukan melalui perkawinan dulu,‘’ terang bapak tiga anak itu.

Supaya kebunnya semakin dikenal orang, Soeparlan coba menambahkan berbagai tanaman buah-buahan lainnya serta bunga di kebun miliknya. Bahkan, dia melengkapinya dengan fasilitas tempat bermain anak. ‘’Saya sengaja mempunyai ide itu (wisata kebun kurma) setelah melihat wisata alam yang ada di Jogjakarta,‘’ ucapnya.

Total ada 270 pohon kurma yang telah ditanamnya. Dari situ, setidaknya Soeparlan bisa memanen buah kurma mencapai 50 kilogram. Selain itu, kurma miliknya telah melalui berbagai pengujian oleh para pakar. Dengan harapan bisa meningkatkan kualitas buah tersebut seperti halnya kurma Timur Tengah. ‘’Padahal, awalnya saya iseng mencoba pembibitan dari anak tunasnya,’’ ungkapnya. ***(her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here