Soal Video Siswa Kuda-kudaan, Kepala Cabdindik Akui Diklarifikasi Provinsi

194

NGAWI – Ulah iseng menjurus tak beretika sejumlah oknum siswa SMK PGRI 8 Ngawi mengundang keprihatinan berbagai kalangan. Pun, pihak Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Madiun–Ngawi merasa tercoreng terkait viralnya video kuda-kudaan tiga pelajar sekolah swasta di Jogorogo tersebut.

‘’Sempat mendapat telepon dari provinsi gara-gara video viral itu. Malu juga saya,’’ kata Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Madiun–Ngawi Supardi kemarin (1/2).

Supardi menyayangkan aksi kuda-kudaan saat kegiatan belajar-mengajar (KBM) berlangsung tersebut. Padahal, kala itu seorang guru sedang menjelaskan materi pelajaran. ‘’Secepatnya kami akan datangi sekolah yang bersangkutan dan beri pembinaan,’’ ujarnya.

Dia menilai, kasus di SMK PGRI 8 Ngawi itu merupakan jenis kenakalan remaja yang kelewat batas. Perbuatan ketiga oknum pelajar tersebut, lanjut Supardi, amat jauh dari kata etika. Meski begitu, dia tidak menampik kemungkinan perilaku mereka lantaran kurang perhatian.

‘’Dilihat dari gestur anak-anak dalam video itu. Untungnya tidak ada unsur pelanggaran pidana. Kalau toh ada, biar pihak berwajib yang mengurusnya. Termasuk yang merekam dan menyebarkan video,’’ tutur Supardi kepada Radar Ngawi.

Kendati demikian, Supardi menilai kesalahan tidak serta merta dibebankan kepada sejumlah oknum pelajar tersebut. Guru dan pihak sekolah bersangkutan harus ikut bertanggung jawab. Pun, dia berharap dari kejadian itu sekolah-sekolah lain bisa menjadikan pelajaran. ‘’Pembinaan dan peringatan juga berlaku kepada guru dan sekolahnya nanti,’’ pungkas Supardi. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here