Soal Teknis Penghitungan Kursi, KPU Pasif Tunggu Peraturan dari KPU RI

54

MAGETAN – Teknis penghitungan jumlah kursi pada Pemilu 2019 masih belum diatur konkret dalam PKPU. Karena itu, KPU Magetan sebagai lembaga penyelenggara pemilu di tingkat daerah masih buta perihal perubahan metode dari sebelumnya hare di Pemilu 2014 menjadi sainte lague pada pemilu 17 April mendatang.

Mereka pasif menunggu aturan itu diterbitkan oleh KPU Pusat. ‘’Seperti apa teknisnya kami belum mengetahui detail. Setelah turun PKPU, akan ada bimtek (bimbingan teknis) dulu,’’ kata Ketua KPU Kabupaten Magetan Poppy Putranto kemarin (22/1).

Namun demikian, pihaknya memperkirakan penghitungan perolehan kursi menggunakan metode pembagian bilangan ganjil bakal berhenti pada angka tiga. Sebab, jumlah kursi yang diperebutkan hanya 45. Jumlah kursi itu tersebar di lima daerah pemilihan (dapil). ‘’Sama seperti pada saat Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 lalu,’’ ujar Poppy.

Dia menyebutkan, 45 kursi parlemen itu bakal diperebutkan oleh 459 calon legislatif (caleg) dari 14 parpol. Mereka semua bakal berebut simpati 532.677 calon pemilih sesuai daftar pemilih tetap hasil perbaikan kedua (DPTHP-2). ‘’Setiap dapil berbeda jumlah kursi yang diperebutkan,’’ tuturnya.

Seperti di dapil 2. Ada 11 kursi yang disediakan untuk diperebutkan oleh para caleg dengan basis wilayah Panekan, Sidorejo, Poncol, dan Plaosan. Di luar dapil 2, persaingan ketat untuk memperebutkan kursi di DPRD berpotensi terjadi di dapil 1. Meliputi wilayah Magetan, Parang, dan Ngariboyo. Di dapil tersebut terdapat 8 kursi. ‘’Yang jelas, masing–masing dapil memiliki karakteristik sendiri,’’ terang Poppy. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here