Soal Stadion Baru, Pemkab Pilih Tunggu Respons Kemenpora

232

NGAWI – Membangun stadion baru sepertinya bukan perkara mudah bagi pemkab. Karena selain membutuhkan anggaran yang besar, butuh penghitungan skala prioritas. ‘’Saya kira untuk waktu dekat ini pemkab belum bisa (membangun stadion) karena fokus utama kami masih pada pembangunan infrastruktur ekonomi,’’ kata Bupati Ngawi Budi ”Kanang” Sulistyono kemarin (30/1).

Kanang tak menampik pembangunan stadion itu penting bagi perkembangan sepak bola di Ngawi. Apalagi sekarang Persinga memiliki target promosi ke Liga 2. Artinya, kebutuhan stadion yang representatif dan sesuai standar PSSI memang harus diupayakan. ‘’Sebenarnya pemkab tidak tinggal diam, wacananya sudah ada. Tapi, karena ada prioritas lain, pembangunan stadion itu masih kami nomor duakan,’’ ungkap Kanang.

Saat ini, Kanang menyebut sudah ada lahan yang siap digunakan untuk pembangunan stadion. Yakni, di Desa Sambiroto, Padas. Luasnya sekitar 4-5 hektare. Namun, pemkab harus melakukan tukar guling jika ingin memanfaatkannya. Pun butuh anggaran sekitar Rp 10 miliar untuk mencarikan lahan pengganti. Sedangkan untuk bangunan fisik stadion, Kanang mengaku tidak ingin yang ecek-ecek. Minimal butuh anggaran sekitar Rp 200 miliar untuk pembangunannya. ’’Nanti akan timbul pro dan kontra ketika kami lebih mengutamakan stadion daripada infrastruktur ekonomi,’’ ujarnya.

Kecuali pembangunan stadion itu dibiayai oleh pemerintah pusat. Seperti yang sudah dijanjikan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) beberapa tahun lalu ketika Persinga Ngawi lolos ke babak final Piala Kemerdekaan. Tapi nyatanya, Kanang menyebut sampai saat ini janji yang ditunggu-tunggu itu tidak ada kabar kepastiannya. ’’Padahal, lahannya sudah kami cari dan sudah dapat, tapi kejelasannya belum ada sampai sekarang,’’ ungkapnya.

Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menganggap pembangunan stadion bukan menjadi perkara yang mustahil bagi Pemkab Ngawi. Asalkan ada kemauan dari pemkab. Dia yakin stadion yang bakal menjadi kebanggaan warga Ngawi itu dapat terwujud. ‘’Terus terang, kami menyambut baik gagasan masyarakat soal pembangunan stadion. Dan itu seharusnya didorong supaya lekas terwujud,’’ ungkap Antok, sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi mengenai wacana pembangunan stadion baru di Ngawi.

Langkah awalnya yang paling penting, menurut dia, adalah pemkab segera menyiapkan lahannya. ‘’Itu kuncinya (penyiapan lahan, Red) yang harus segera dilakukan, baru setelah itu ke progres berikutnya,’’ tuturnya.

Baru setelah itu dilanjutkan dengan penyusunan detail engineering design (DED). Lalu, pada tahun berikutnya, sudah bisa dimulai pembangunan fisik stadion. Antok tak menampik hal itu bakal menyedot anggaran yang cukup besar. Tapi, menurut dia, pemkab bisa menyesuaikan dengan kemampuan APBD di tahun tersebut. ‘’Nah, ini yang secara bertahap bisa selesai dalam waktu 2-3 tahun. Minimal sudah bisa difungsikan meksi belum sempurna,’’ inginnya.

Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar meminta semua pihak berbaik sangka kepada Kemenpora. Bahwa janji yang sempat disampaikan untuk membantu pembangunan stadion di Ngawi itu bakal direalisasikan. ‘’Makanya kami eman untuk menganggarkan itu karena masih ada janji dari Kemenpora. Semoga saja kementerian menepatinya,’’ harap Ony.

Sebenarnya, pemkab bisa saja menganggarkan secara multiyears seperti yang diusulkan DPRD. Asalkan sudah ada kesepakatan dengan pihak legislatif sebelumnya. ‘’Membangun stadion itu kan anggarannya besar, butuh minimal di atas Rp 100 miliar,’’ ungkapnya.

Ony menambahkan, saat ini target pembangunan infrastruktur di Ngawi, khususnya untuk perbaikan jalan, mencapai 70 persen dari total jalan kabupaten yang ada. Sedangkan untuk jalan rigid (beton) sebesar 35 persen. Jika sudah mampu merealisasikannya, tentu akan lebih leluasa memikirkan pembangunan yang lain. (tif/c1/her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here