Soal Pemerasan oleh Oknum Wartawan, Jurnalis-LSM Dukung Polisi

349

MADIUN – Sikap tidak gentar Kapolsek Wungu AKP Nuryadi yang terancam dilaporkan Seksi Profesi dan Pengaman (Propam) Polres Madiun mendapat dukungan. Sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan jurnalis di Kota dan Kabupaten Madiun mendatangi Polres Madiun untuk audiensi, Kamis (30/8).

Mereka minta Nuryadi tidak keder dengan ancaman Hendi Sarjono, koordinator wilayah (korwil) Metro Jatim dan seorang aktivis LSM tersebut. Itu setelah Nuryadi tidak memenuhi tuntutan keduanya membebaskan Suhartono, 40, oknum wartawan yang diduga memeras salah seorang kepala SDN di Kecamatan Wungu, dari tahanan.

Mereka juga mendukung pengusutan perkara yang dengan tersangka warga Desa Kedungjajang, Lumajang, itu hingga tuntas. ‘’Kami justru menyayangkan kalau ada LSM malah meminta tersangka dibebaskan,’’ kata Herutomo, ketua LSM Abimantrana.

Menurut Heru, pemerasan mengatasnamakan profesi wartawan dan LSM masih kerap terjadi. Modus tindak pidana itu membuat pejabat pemerintah, kepala sekolah, dan kontraktor yang notabene sasaran empuk pemerasan, resah.

Dia berharap kasus di Wungu bisa dijadikan pembelajaran masyarakat. Yakni, berani melapor ketika coba diperas oknum yang mengaku jurnalis atau LSM. ‘’Awak media yang betul-betul bekerja menulis berita juga terkena imbas akibat ulah oknum itu,’’ ungkapnya.

Dia sangat menyayangkan intervensi aktivis LSM atas penanganan perkara  Suhartono itu. Upaya tersebut dianggap merintangi proses penyidikan Polsek Wungu. Heru berharap polisi bisa memperkarakan langkah menghalang-halangi proses penegakan hukum tersebut. ‘’Polisi harus berani mengusut tuntas agar ada efek jera,’’ tegasnya.

Dukungan sejumlah wartawan media cetak, online, dan televisi serta aktivis LSM itu disambut hangat Kapolres Madiun AKBP I Made Agus Prasatya beserta jajarannya. Audiensi di Paramasatwika Lobby Mapolres Madiun itu juga dihadiri Kasatreskrim AKP Ngadiman Rahyudi dan Kapolsek Wungu AKP Nuryadi.

Mereka membeber panjang lebar duduk perkara dan saling tukar pendapat ihwal penanganannya. Kesimpulannya, intervensi korwil Metro Jatim dan aktivis LSM atas penyidikan Polsek Wungu tidak akan digubris. ‘’Kami pastikan kasus tetap diproses sesuai prosedur dan perundang-undangan,’’ tegas kapolres.

Made Agus menyatakan pihaknya menangani perkara sampai tahap penahanan tersangka secara profesional. Yakni didasari laporan masyarakat dan ditindaklanjuti penyelidikan. Penyidik pun menetapkan tersangka setelah mengantongi alat bukti yang cukup.

Menurut dia, penanganan perkara di Polsek Wungu ini bisa menjadi momentum agar masyarakat tidak takut melapor. ‘’Bila ada indikasi pemerasan dari oknum tidak bertanggung jawab segera lapor, kami akan menindaklanjuti,’’ janjinya sembari mengapresiasi positif dukungan awak media dan aktivis LSM tersebut. (cor/sat)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here