Soal Parkir Tepi Jalan Umum, Tim 9 Panggil Kadishub

176

MADIUN – Penanganan masalah parkir tepi jalan umum di Kota Madiun memasuki babak penting. Hari ini (18/2) tim 9 DPRD mulai melakukan pemanggilan terhadap Kepala Dinas Perhubungan (dishub) Ansar Rosidi. Agenda rapat dengar pendapat (RDP) itu berkaitan dengan hasil kajian dan kontrak lelang pengelolaan parkir. ’’Paginya nanti sebelum RDP kami akan melakukan pertemuan internal,’’ kata Ketua Tim 9 DPRD Kota Madiun Istono kemarin (17/2).

Dalam pertemuan internal itu bakal ada sejumlah hal yang dibahas. Termasuk melakukan gelar perkara berdasar hasil temuan anggota tim 9. Sebelumnya, mereka sudah mendapatkan berkas dokumen dari juru parkir kaitannya dengan perbedaan setoran yang diminta oleh PT Bumi Jati Mongal Permai (BJMP).

Sedangkan, hasil kajian yang sempat dibuat oleh Universitas Merdeka (Unmer) perihal hasil pendapatan dari sektor pengelolaan parkir juga telah dikantongi. ’’Kami coba menggali sumber-sumber yang ada dan yang kita perlukan,’’ ujar Istono.

Yang jelas, kata dia, kinerja tim 9 belum sampai mengarah ke tahap kesimpulan. Namun, pihaknya berusaha menyelesaikan masalah antara jukir dengan PT BJMP secepatnya. Tentunya dengan melangkah secara hati-hati dan sesuai mekanisme yang berlaku. ’’Kami tidak dalam rangka menyimpulkan apa yang sudah didapatkan dan dirumuskan. Yang jelas, tim 9 DPRD terus akan melakukan upaya secepatnya agar ada titik temu,’’ terang politikus Partai Demokrat itu.

Istono mengatakan, sejak aksi unjuk rasa (unras) para jukir pada Rabu lalu (13/2), pihaknya sudah mulai menyusun langkah kerja. Diawali dengan pembentukan tim 9. Lalu, mempelajari dokumen kontrak lelang serta perjanjian memorandum of understanding (MoU) tentang pengelolaan parkir antara dishub dengan PT Bumi Jati Mongal Permai. ’’Kami mintakan data itu. Kami ingin lihat potensinya seperti apa,’’ ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Istono juga menegaskan agar informasi yang keluar ke publik terkait kinerja tim 9 harus sepengetahuannya. Supaya ada kecocokan informasi antarsesama anggota tim. Menurut dia, jangan sampai terjadi miskomunikasi karena hanya perbedaan pendapat. ’’Jangan sampai pendapat perseorangan itu lantas disimpulkan bahwa hal tersebut merupakan pendapat tim 9. Bukan seperti itu mekanismenya. Jadi, teman-teman media perlu tahu itu,’’ paparnya.

Yang pasti, dia menyatakan tim 9 sudah bekerja secara maksimal agar masalah ini cepat selesai. Bahkan, pihaknya juga telah meminta jukir untuk membuat hasil kajian secara terpisah tentang potensi pendapatan parkir berikut pemetaan titik parkir. Karena memang data yang pihaknya dapatkan saat ini masih terdapat kerancuan. Seperti beda versi tekait jumlah jukir antara PT Bumi Jati Mongal Permai dengan dishub dan komunitas jukir Kota Madiun. ’’Dari situ saja (jumlah jukir) sudah ada perbedaan versi. Makanya nanti kami akan coba terjun ke lapangan seperti apa kenyataannya,’’ terang Istono.

Dia menampik tim 9 sudah membuat kesimpulan atas penyelesaian masalah ini. Karena prosesnya masih jauh. Bahkan, saat ini tim 9 baru sebatas menggali informasi dan data dari para jukir serta dishub. ‘’Jadi, kami tidak dalam rangka membangun, lalu selanjutnya menyimpulkan. Itu masih jauh. Kami masih menggali informasi,’’ tandas Istono. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here