Soal Laka Cendana-Restu, Dishub Jatim Sebut Rebutan Penumpang

340

MADIUN – Ini aneh! Pembelaan justru dilakukan pihak Dinas Perhubungan Provinsi Jatim. Bus Cendana AE 7147 UB yang menabrak Restu pada Selasa (12/2) di kawasan Jalan D.I. Panjaitan diklaim sudah laik jalan. Padahal jelas-jelas rem tersebut blong. Akibatnya, 10 orang luka dalam kecelakaan tersebut. ’’Buku kir dan KPS-nya masih berlaku sampai April 2019,’’ kata Kasi Lalu Lintas dan Angkutan UPT P3LLAJ Madiun Dishub Provinsi Jawa Timur Hary Murcahyo.

Dengan percaya diri Hary justru menduga penyebab utamanya adalah faktor human error. Menurutnya, terjadi rebutan penumpang antara Cendana dan Restu. Dalam kartu pengawasan (KPS) bus antarkota dalam provisi (AKDP) tercatat bahwa bus jurusan Madiun–Ponorogo itu keluar dari terminal pukul 10.42, berjarak beberapa menit dengan Restu. ’’Perjalanan semakin mepet, harusnya ada jeda. 10 menit lagi baru Cendana. Terjadi salip-menyalip kedua bus tersebut,’’ paparnya.

’’Bukan rem blong, mau ngerem nggak nutut akhirnya berbenturan dengan Restu. Itu pendapat saya,’’ imbuh Hary.

Lanjutnya, bus berpelat kuning tersebut adalah bus cadangan. Saat dikunjungi, pihak PO Madjoe Putra Mandiri (MPM) mengaku telah memberikan teguran kepada sopir. Kemudian, sopir bus akan dimasukkan dalam daftar pembinaan sopir UPT P3LLAJ Madiun Dishub Provinsi Jawa Timur. Pun rekam jejak PO (perusahaan otobus) tersebut berkategori baik. Selalu uji kendaraannya secara berkala. ’’Baik dan setiap ke sini saya sampaikan untuk memperbaiki layanan bus agar semakin banyak masyarakat yang tertarik,’’ paparnya.

Hary menambahkan, berjalannya waktu banyak mobil pribadi sehingga semakin sedikit masyarakat yang memanfaatkan angkutan umum. Berpengaruh terhadap ongkos pendapatan PO MPM yang kian menurun. Sedangkan pemeliharaan operasional harus tetap jalan agar memenuhi standar keamanan yang ditentukan pemerintah. ’’Memang ini yang jadi kendala PO,’’ bebernya. (mg2/c1/ota)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here