Soal Kelanjutan Rehab Stadion, Dewan Segera Panggil Dikpora

91

MAGETAN – Kelanjutan rehabilitasi Stadion Yosonegoro berpotensi menimbulkan polemik. Setelah dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga (dispora) sempat mempertanyakan alasan ditunjuknya mereka sebagai pelaksana anggaran perbaikan stadion tersebut. Karena pada pembangunan sebelumnya dikerjakan oleh dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR). ‘’Pada 2014 lalu, stakeholder-nya adalah DPUPR untuk proses pembangunannya. Tapi, mulai tahun ini justru dilimpahkan kepada kami,’’ kata Kabid Pemuda dan Olahraga Dikpora Kabupaten Magetan Ambar Setyanto kemarin (14/3).

Meski begitu, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Sebaliknya, Ambar mengaku saat ini pihaknya lebih memilih fokus melakukan revisi dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) terkait proses lelang stadion tersebut. ‘’Kami sebatas pembinaan sarpras olahraga. Sedangkan, untuk domain pembangunan sebenarnya domain DPUPR,’’ ujarnya.

Pengalihan wewenang pelaksana rehabilitasi Stadion Yosonegoro itu ternyata sudah sampai ke telinga DPRD Magetan. Hanya, apa yang menjadi duduk perkara mengapa sampai dikpora dipasrahi sebagai pelaksana, kalangan dewan belum dapat informasi jelasnya. Sebagai tindak lanjut, pekan depan bakal diadakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan dikpora. ‘’Kami nanti akan panggil. Insya Allah minggu depan. Kami akan duduk bersama mencari solusi tupoksi pembangunan stadion,’’ kata Ketua Komisi A DPRD Magetan Rinita Sofia Hadi.

Meski begitu, dia menyatakan proses lelang paket kegiatan fisik tersebut tetap ditangani oleh ULP. Pihaknya hanya akan mencari tahu apa yang menjadi dasar pengalihan tanggung jawab pelaksanaan rehab Stadion Yosonegoro. ‘’Sebenarnya ini faktor perubahan kelembagaan perangkat daerah saja. Dulu pada 2014, awal pembangunan stadion, status dikpora masih menjadi dikparbud. Sehingga memang bukan otoritasnya saat itu,’’ terang politisi yang akrab disapa Kohong itu.

Kendati demikian, Kohong tetap akan menagih tanggung jawab dikpora atas kelanjutan pembangunan stadion kebanggaan warga Magetan itu. Karena, menurut dia, bagaimanapun polemik ini harus ada jalan keluarnya. Jangan sampai proses lelang perbaikan stadion gagal untuk kali keempat. ‘’Sudah sepak bolanya (Persemag, Red) mati suri, masak pembangunan stadionnya gagal lelang terus,’’ ujar politikus PDIP tersebut. (mgd/mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here