Soal Kelanjutan Proyek KIR Bendo, Disperindag Tunggu ’’Restu’’ Kejari

86

MAGETAN – Proyek kawasan industri rokok (KIR) di Desa/Kecamatan Bendo senilai Rp 2,1 miliar sejak lama mandek. Itu terjadi seiring terungkapnya rekayasa pengadaan lahan yang didalangi mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan Abdul Aziz.

Kabid Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan Ari Kuncoro mengakui pihaknya tak berani melanjutkan pembangunan KIR. Alasannya khawatir kecipratan abu panas kasus rasuah yang menimbulkan kerugian negara Rp 834 juta tersebut.

Meski begitu, Ari menegaskan bahwa pembangunan KIR Bendo harus dilanjutkan. Saat ini pihaknya tengah memulai untuk melakukan pembahasan. ‘’Kami akan sampaikan ke pimpinan, keputusannya seperti apa,’’ ujarnya, Selasa (9/10).

Pihaknya juga tengah menunggu pemberitahuan resmi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan. Setidaknya, mengingat lahan untuk membangun KIR pernah bermasalah. ‘’Kami masih menunggu surat resmi kejaksaan untuk pelimpahan penanganan lebih lanjut,’’ tuturnya.

Jika Bupati Suprawoto merestui pembangunan KIR dilanjutkan, kata dia, baru bisa dimulai 2020 mendatang. Pasalnya, pendanaan tidak mungkin diajukan pada APBD 2019 karena sudah  klir. Pun pembangunan fisik mustahil dimasukkan perubahan anggaran keuangan (PAK) 2019. ‘’Waktu pengerjaannya terlalu mepet. Apalagi harus lelang karena kebutuhan anggarannya di atas Rp 200 juta,’’ bebernya.

Ari mengatakan, untuk melanjutkan pembangunan KIR pihaknya bakal menggandeng dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR). Terutama bidang cipta karya terkait estimasi anggaran maupun spesifikasi bangunannya.

Meski pemanfaatannya kelak oleh disperindag, lanjut dia, penguasaannya tetap di tangan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Aset, dan Keuangan Daerah (DPPKAD) Magetan. ‘’Untuk melanjutkannya bisa dikatakan harus mulai dari nol lagi. Mulai perencanaan awal,’’ katanya.

Dia memerinci, sedikitnya tujuh bangunan yang harus diselesaikan. Yakni, musala, tempat usaha, parkir beratap, rumah genset, ruang pompa dan tendon, depo sampah, serta pos jaga. Selain itu, pagar keliling yang belum kelar sempurna.

Pantauan Radar Magetan, bangunan utama KIR masih belum dilengkapi instalasi listrik dan air. Sedangkan ruang utama masih ditancapi jaring untuk bermain bulu tangkis. Dua kamar mandi di sisi belakang tampak kotor. Keramik di satu ruangan di depannya terlepas. Sementara, sebuah wastafel tergeletak di belakang pintu ruang utama.

Kajari Magetan Atang Pujiyanto mengatakan, mestinya kelanjutan pembangunan KIR sudah bisa dilakukan sejak kasus rasuah yang juga menyeret Camat Bendo Wiji Suharto dan Yudi Hartono adiknya itu disidangkan. Tidak harus menunggu pemberitahuan secara resmi dari kejari. ‘’Harusnya pihak pemkab dong yang menanyakan ke kami,’’ ujarnya. (bel/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here