Soal Eksplirasi Panas Bumi Ngebel, DLH Pastikan Lingkungan Aman

108

PONOROGO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo memastikan aktivitas PT Bakrie Darmakarya Energi (PT BDE) tidak menyalahi aturan. Perusahaan multinasional itu telah memproses pengurusan izin ke Kementerian ESDM dan Dinas ESDM Jatim. ‘’Kami sudah mendapat tembusan izin dari provinsi dan pusat,’’ kata Kepala DLH Sapto Djatmiko.

Kerja sama dan persetujuan terkait ESDM diikat PT BDE dengan pemerintah pusat. Daerah, tegas Sapto, tidak memiliki wewenang perizinan. Namun, Sapto memastikan Bumi Reyog akan mendapat imbas positif dari aktivitas pengeboran energi panas bumi di Ngebel. Ada ketentuan bagi hasil dan retribusi untuk daerah. ‘’Ada sekian persen untuk kabupaten penghasil, provinsi, dan yang diterima pusat. Itu bagi hasil, belum retribusi,’’ terangnya.

Untuk saat ini, PT BDE masih mempersiapkan eksplorasi. Jika kekayaan gas bumi dirasa besar, eksploitasi selambatnya dimulai Juli atau Agustus mendatang. Jika dirasa tidak signifikan, PT BDE akan berpindah ke sumur panas bumi di daerah lain untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi. ‘’Saat ini masih tahap eksplorasi, belum eksploitasi,’’ sambungnya.

Sapto pun memastikan, tidak ada dampak buruk terhadap lingkungan. PT BDE sudah barang tentu memperhitungkan dengan baik rencana eksplorasi dan eksploitasi panas bumi di areal Gunung Wilis. ‘’Investasi mereka sudah triliunan. Untung ruginya sudah diperhitungkan,’’ tegasnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here