Soal Banner Dildo, Bawaslu: Tidak Terkategori APK

560

PONOROGO – Dari sekian banyak alat peraga kampanye (APK) yang berjejal di Ponorogo, sebuah banner bergambar dua pria bersongkok di Jalan Thamrin terlihat paling kocak. Tidak hanya menghiasi media sosial dan pemberitaan, capres-cawapres fiktif yang menjuluki diri sebagai Dildo itu juga memasang APK. Sampai di Ponorogo. Lantas, siapa yang memasang? Bawaslu tak tahu-menahu. ‘’Kami tidak tahu tentang itu (banner Dildo di Ponorogo, Red),’’ kata Ketua Bawaslu Muhammad Syaifulloh.

Tak diketahui pasti kapan dan siapa yang memasang banner berukuran sekitar dua meter persegi itu. Hanya, pantauan koran ini, sudah dua hari terakhir gambar Nurhadi-Aldo mejeng di sudut timur perempatan Jalan Thamrin. Menurut Syaifulloh, banner humor semacam itu tidak di bawah wewenangnya lantaran tidak dikategorikan sebagai APK. Atas alasan itu, bawaslu tidak merasa perlu melakukan tindakan apa pun. ‘’Kalau banner itu tidak dipasang oleh paslon capres-cawapres, pileg, atau partai, kami tidak tahu karena itu bukan APK,’’ ujarnya.

Pun, lantaran dikategorikan reklame umum, lanjut Syaifulloh, sepatutnya pemkab setempat yang mengambil sikap. ‘’Itu ranahnya pemkab,’’ sebutnya.

Ketua KPU Ahmad Fauzi Huda mengutarakan pendapat senada. Dia pun tak begitu mencermati perkembangan fenomena Dildo yang merupakan bagian dari dinamika politik jelang pemilu. KPU, kata Fauzi, juga bingung mengambil sikap lantaran banner rekaan warganet itu tidak resmi dipasang oleh tim capres-cawapres, caleg, atau partai. Pun, bukan bagian dari perhelatan kampanye.

Di samping, KPU sudah disibukkan oleh sederet agenda resmi. Hingga tidak merasa perlu menyikapi banner yang mungkin dipasang iseng itu secara serius. ‘’Kami sebagai penyelenggara pemilu fokus pada tahapan persiapan penyelenggaraan pemilu yang terus berjalan. Apalagi saat ini sudah semakin dekat perhelatannya,’’ ujarnya. ‘’Jadi, lebih baik fokus ke hal-hal yang berkaitan dengan tahapan resmi saja,’’ imbuh Fauzi. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here