Soal Adipura, Dewan Tuding Pemkab Tak Mau Belajar dari Kesalahan

85

MAGETAN  – Brace alias dua kali gagal meraih penghargaan Adipura membuat kalangan anggota DPRD Magetan uring-uringan. Apalagi dua tahun berturut-turut. Seharusnya kegagalan tahun lalu jadi bahan evaluasi untuk meraih kembali tahun ini. ‘’Kami sangat menyayangkan. Gagal kok sampai berkali-kali,’’ kata anggota Komisi B DPRD Kabupaten Magetan Sumarno kemarin (16/1).

Menurut dia, semestinya pemkab bisa membawa pulang piala Adipura tahun ini jika program kebersihan dan pengelolaan lingkungan dilaksanakan maksimal. Apalagi, penilaian tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) juga disertai rekomendasi kekurangan yang harus diperbaiki. Nyatanya, pemkab tidak mau belajar dari kesalahan. ‘’Sebenarnya apa yang salah? Ini perlu evaluasi!’’ tegasnya.

Menurut Sumarno, seharusnya pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Milangasri tidak jadi kambing hitam untuk meraih lambang supremasi bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan tersebut. TPA itu tidak akan overload jika dinas lingkungan hidup (DLH) setempat menjalankan program-program pengelolaan sampah tersebut.

Apalagi sudah ada peraturan daerah (perda) yang menjadi landasan hukumnya. Yakni, Perda 1/2016 tentang Pengelolaan Sampah Organik dengan Sistem Pengomposan. ‘’Karena tidak semua sampah yang dibuang di TPA Milangasri dipilah dulu mana yang bisa diolah, dan mana yang harus dimusnahkan,’’ sergahnya.

Sumarno juga menyayangkan pengelolaan sampah dengan sistem sanitary landfill yang tidak optimal. Padahal, sarana dan prasarana sudah didapat Pemkab Magetan. Pun ilmu pengelolaan sampah dengan sistem penimbunan tersebut diterapkan dan bisa jadi strategi jitu mengatasi masalah. ‘’Sudah tahu ilmunya, pakainya jangan setengah-setengah. Supaya bisa optimal hasilnya,’’ sindirnya.

Sumarno menyadari, pengelolaan sampah dan lingkungan memang bukan semata untuk mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat. Namun, lebih pada komitmen pemkab dalam mengelola sampah dan lingkungan. Hanya, dari penilaian tim Kemen LHK, bisa diketahui kelemahan tersebut. Nyatanya, masih banyak mendapat catatan merah. ‘’Artinya, pengelolaan belum maksimal. Harus dibenahi,’’ tekannya.

Legislatif, lanjut dia, tidak ingin penghargaan itu lepas tahun depan. Jika lepas lagi, pengelolaan sampah dan lingkungan di Magetan semakin menurun kualitasnya. Dewan bakal mengawal dan mendampingi pemkab. Pihaknya yakin dana untuk mengelola sampah dan lingkungan itu sudah teranggarkan. ‘’Harus ada komitmen Adipura kembali ke Magetan,’’ tegasnya.

Pun Sumarno mengajak masyarakat berperan serta memperhatikan kebersihan lingkungan. Masyarakat harus bisa mengelola sampah rumah tangganya. Sehingga tidak menjadi beban TPA Milangasri. Masyarakat dapat mendaur ulang sampah tersebut. Sampah organik bisa dimanfaatkan jadi pupuk kompos. Sedangkan anorganik bisa dijadikan kerajinan. ‘’Masyarakat dan pemkab harus bersatu,’’ pungkasnya. (bel/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here