SMKN se-Ngawi Gandeng Jawa Pos Radar Madiun Gelar Tryout

331

NGAWI – Jebloknya nilai ujian nasional (unas) jenjang SMK tahun lalu menjadi pelajaran berharga bagi Musyawarah Kerja Kepala (MKK) SMK Negeri Ngawi. Mereka berkomitmen hasil buruk itu tidak akan terulang pada tahun ini.

Salah satu terobosan yang dilakukan adalah rutin menggelar tryout kejujuran bersama Jawa Pos Radar Madiun. ‘’Tryout ini akan menjadi jembatan untuk mewujudkan hasil unas yang bagus tahun ini,’’ kata Kepala MKK SMKN Ngawi Widy Harsono kemarin (11/2).

Widy mengatakan, Dinas Pendidikan Jatim menginstruksikan agar satuan pendidikan lebih siap dalam menghadapi unas tahun ini supaya hasilnya meningkat dari sebelumnya. ‘’Tahun lalu, siswa banyak yang kesulitan di mapel matematika,’’ sebutnya.

Dinas Pendidikan Jatim, lanjut dia, pekan lalu juga mengumpulkan kepala SMA/SMK se-Jatim untuk menyimak testimoni pihak SMK Telkom Sandhy Putra Malang yang tahun lalu menempati peringkat ketiga nilai rata-rata unas tertinggi se-provinsi, yakni 306,08. ‘’Salah satu resepnya adalah sering menggelar tryout, minimal lima kali setahun,’’ terangnya.

Kata dia, hasil tryout menjadi parameter kesiapan sekolah dalam menghadapi unas. Tentunya yang kualitas maupun kuantitasnya sesuai standar. Nah, tryout kejujuran Jawa Pos Radar Madiun dinilai memenuhi kriteria tersebut. Apalagi, dilengkapi assessment report berisi analisis ketuntasan belajar siswa dalam menguasai indikator pembelajaran.

‘’Harapan kami, feedback dalam bentuk assessment report ini dapat kami tindak lanjuti untuk meningkatkan pemahaman siswa, karena kemampuan mereka memang harus diukur secara berkala,’’ paparnya.

‘’Kejujuran  dan integritas harus menjadi landasan utama dalam penilaian. Tanpa keduanya, hasil unas tak ada artinya,’’ imbuh Widy diamini Kepala SMKN 2 Ngawi Parjono.

General Manager Jawa Pos Radar Madiun Eko Suprayitno mengatakan, tryout juga merupakan cara memupuk optimisme siswa dalam menghadapi unas. Termasuk melahap soal kategori higher order thinking skills (HOTS). ‘’Kepercayaan diri peserta didik menjadi kunci sukses unas. Untuk itu perlu rajin mengikuti tryout,’’ katanya.

Menurut Eko, soal HOTS tak perlu dijadikan momok. Sebab, jika siswa terbiasa mengerjakan soal dengan bobot yang sulit, tidak menjadi persoalan. ‘’Untuk itu, tryout unas tahun ini harus disinergikan dengan SBM PTN, baik bobot soalnya maupun pengayaan materinya.’’ ujarnya. (pra/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here