SMKN Diserbu, SMAN Tak Laku

191

KOTA – Sekolah menengah kejuruan (SMK) sedang naik daun. Buktinya, jumlah pendaftar di sekolah menengah atas (SMA) negeri tidak lebih dari setengah pendaftar SMK negeri pada hari pertama penerimaan peserta didik baru (PPDB). Di SMK mencapai 2.501 pendaftar, sedangkan SMA hanya 1.120 pendaftar. Itu sesuai rekapitulasi Penerimaan Peserta Dididk Baru (PPDB) SMAN/SMKN Kabupaten Pacitan hingga pukul 16.00, kemarin (25/6).

Untuk sementara, pendaftar PPDB tertinggi tingkat SMAN adalah SMAN 1 Pacitan. SMAN favorit itu mendapat 327 calon peserta didik baru. Terendah SMAN Tulakan yang hanya mendapat 50 calon siswa. Sedangkan tingkat SMK, tertinggi SMKN 2 Pacitan yang diminati 347 calon siswa baru. Sementara terendah SMKN Sudimoro.

Di Pacitan terapat delapan SMAN dan 14 SMKN. Hingga kini masih terdapat 4.027 lulusan SMP/MTs yang belum mendaftar PPDB. Diperkirakan sebagian besar bakal memilih SMKN. ‘’Itu berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya. SMK lebih diminati,’’ kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Pacitan Harnuji, kemarin (25/6).

Menurut dia, tingginya pendaftar di SMKN lantaran menjanjikan lulusan siap kerja. Sementara SMAN, untuk siap kerja harus melanjutkan ke perguruan tinggi. Kelebihan SMK tersebut jadi magnet, terutama siswa di daerah terpencil yang tidak berangan-angan melanjutkan ke perguruan tinggi. ‘’Selain (siswa) kota, biasanya memilih SMK,’’ tuturnya.

Kondisi tersebut jadi biang keladi kekurangan siswa SMAN. Dari pagu 192 siswa, rata-rata hanya terisi sekitar 150 siswa. Kondisi tersebut terjadi selama tiga tahun terakhir. Sementara saat ini, baru terisi 87 siswa. Hal tersebut sesuai program pemerintah yang mengutamakan SMK.  Bahkan, lembaga SMA pun direncanakan hanya 30 persen. ‘’Untuk SMK 70 persen,’’ imbuhnya.

Meski begitu, Harnuji yakin SMA masih memiliki peluang mendulang pendaftar. Salah satunya, yang mengapilkasikan program sekolah double track. Sekolah dengan pendidikan SMA dan SMK. Menurut dia, dua SMAN di Pacitan sempat diajukan. Hanya, belum terealisasi. ‘’Syaratnya harus memiliki program ekstrakurikuler seperti keterampilan batik atau komputer,’’ jelasnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here