PacitanPendidikan

SMAN Punung Kembali Gelar KBM Tatap Muka

Sudah Kantongi Rekomendasi setelah Sempat Distop

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pembelajaran tatap muka kembali digelar SMAN Punung Senin (31/8). Sebelumnya kegiatan belajar-mengajar (KBM) di kelas sempat dihentikan karena wilayah tersebut termasuk dalam zona merah Covid-19.

Kepala SMAN Punung Dwi Agus Setyawan mengaku rekomendasi pelaksanaan kembali pembelajaran tatap muka sudah dikantongi dari Tim Gugus Tugas Penanggulangan (TGTP) Covid-19. Hanya ada perubahan waktu pelajaran. ‘’Yang biasanya setiap mata pelajaran itu 60 menit, sekarang diubah menjadi 40 menit tanpa (jam) istirahat,’’ ujarnya.

Saat ini status Kecamatan Punung adalah zona kuning dengan sisa satu kasus konfirmasi. Karena itu, proses pembelajaran hanya dapat diikuti oleh separo dari total jumlah siswa. ‘’Yang masuk hari ini (kemarin, Red) hanya 185 siswa. Sementara jumlah keseluruhan siswa ada 375 anak,’’ sebutnya.

Agus mengaku pelaksanaan pembelajaran semacam ini sangat dinamas. Karena semua bergantung pada kondisi lingkungan. Sehingga bisa saja KBM kembali dihentikan apabila terdapat lonjakan kasus positif Covid-19. ‘’Kami sudah siapkan alternatif pembelajaran daring. Jadi, ketika menghadapi situasi serupa, sebelumnya kami sudah siap,’’ ujarnya.

Meski begitu, pihaknya memberikan kelonggaran bagi wali murid untuk memutuskan. Terutama mereka yang tempat tinggalnya satu lingkungan dengan pasien positif Covid-19. ‘’Kami sudah lakukan identifikasi alamat domisili siswa. Bagi mereka yang berada satu lingkungan dengan penderita Covid-19, jelas kami melarang untuk masuk sekolah sementara waktu dan disarankan belajar daring,’’ jelas Agus. (mg2/c1/her)

Pembelajaran Tergantung Situasi dan Kondisi

SELAIN SMAN Punung, uji coba pembelajaran tatap muka kembali digelar oleh SMALB Tunas Bangsa Senin (31/8). Sesuai rencana, uji coba KBM di kelas tersebut digelar sampai 30 September. ‘’Tapi tergantung kondisi dan mengikuti petunjuk dari TGTP Covid-19,’’ kata Kepala Cabdindik Jatim wilayah Pacitan Sindhu Widyabadra.

Dia menyebut pembelajaran tatap muka di kelas berjalan fleksibel. Karena semua bergantung keadaan. Oleh sebab itu, pihak sekolah ditekankan untuk memperhatikan protokol kesehatan selama pembelajaran tatap muka digelar. ‘’Kami berharap bisa berjalan lancar dan tidak terjadi lagi pemberhentian,’’ tutur Sindhu.

Sementara itu, pembelajaran tatap muka di SMALB Tunas Bangsa kemarin hanya diikuti oleh delapan siswa dari total keseluruhan 17 siswa. Masing-masing kelas X ada tiga siswa, kelas XI tiga, dan kelas XII dua siswa. ‘’Sementara siswa lainnya kami buatkan KBM secara daring dan home visit,’’ terang Kepala SMALB Tunas Bangsa Siti Khomsiyah. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close