Pacitan

Skenario Pelaksanaan Pilkada Pacitan 2020

Batasi Pemilih di TPS hingga Sosialisasi Kreatif

PACITANJawa Pos Radar Pacitan – Sejumlah skenario bakal dipersiapkan KPU Pacitan selaku penyelenggara pemilihan umum kepala daerah (pilkada) pada 9 Desember mendatang. Terutama selama tahapan pilkada berjalan.

Ketua KPU Pacitan Sulis Styorini mengaku pilkada tahun ini menjadi tantangan baru baginya. Karena tahapan berjalan di tengah pandemi Covid-19. ‘’Tentu akan ada penyesuaian-penyesuaian dalam pelaksanaannya nanti,’’ kata Rini Minggu (31/5).

Seperti pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi KPPS, PPS, maupun PPK. Serta konsep protokol kesehatan pada tahapan kampanye dan pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS). ‘’Nanti anggarannya masuk APBD atau APBN, dan apakah petugas akan menggunakan peralatan lengkap seperti hazmat atau sebagainya, saat ini masih menjadi pembahasan,’’ ujar komisioner KPU dua periode tersebut.

Selain kebutuhan APD, pihaknya juga berencana melakukan pembatasan pemilih di TPS. Dari sebelumnya 800 pemilih untuk satu TPS, berpotensi dipangkas menjadi 500 pemilih per TPS. Rencananya bakal ada pembatasan jumlah calon pemilih di tiap TPS. ‘’Tentu nanti jumlah TPS yang ada lebih banyak dibandingkan pemilihan sebelumnya,’’ kata Rini.

Pihaknya memastikan mundurnya pemungutan suara pilkada tahun ini tidak menjadi kendala berarti bagi KPU Pacitan. Sebab, menurutnya, banyak tahapan pilkada yang memang belum dilaksanakan. Ke depannya, kata Rini, dalam setiap tahapan pilkada berjalan tentu akan dilakukan pembatasan sosial. ‘’Anggaran untuk rapat dan pertemuan-pertemuan di KPU juga akan kita realokasi, diganti sosialisasi kreatif,’’ terangnya. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close