Skatta-Kata Kenalkan Kota Madiun lewat Musik Ska

278

Lagu Kota Gadisku melambungkan nama Skatta-Kata di kalangan pecinta musik ska. Setelah beberapa kali ganti formasi, band yang digawangi Frely Ich’da Aditya dkk itu mengaransemen ulang tembang tersebut dengan naunsa yang lebih fresh dan kekinian.

———————-

SUARA pramugari terdengar saat kereta itu hendak sampai di Stasiun Madiun. Mendekati stasiun, laju kereta pun semakin melambat. Lalu, terdengar intro lagu berjudul Kota Gadisku. Bersamaan itu, video klip tersebut menampilkan sejumlah lokasi ikonik seperti balai kota, alun-alun, dan Pasar Besar Madiun.

‘’Lagu ini untuk mereka yang merantau agar selalu ingat Kota Madiun,’’ kata Frely Ich’da Aditya, frontman Skatta-Kata Band. ‘’Dapat inspirasi setelah kumpul acara reunian 2015 lalu,’’ imbuhnya.

Klip menampilkan sejumlah lokasi ikonik tersebut merupakan versi baru sekaligus ofisial lirik video Kota Gadisku. Sejak dipublikasikan di akun YouTube Skatta-Kata sepekan lalu, video tersebut telah ditonton lebih dari 3.100 kali. Juga mendapatkan ratusan likes dan puluhan komentar yang mayoritas bernada positif. ‘’Kemarin dipakai backsound film pendek Satlantas Polres Madiun Kota  untuk sosialisasi ke sekolah-sekolah,’’ ungkapnya.

Lagu Kota Gadisku ada dalam mini album berjudul Sejuta Kata yang dirilis awal Januari 2015. Album itu mampu terjual sedikitnya 100 keping. Mayoritas pembeli merupakan warga Kota Madiun yang merantau ke luar pulau seperti Bali, Sumatera, dan Kalimantan.

Seiring berjalannya waktu, Frely merasa lagu tersebut butuh aransemen ulang dengan kualitas sound yang lebih baik dari sebelumnya. Namun, Mukhlis, sang manajer kurang setuju dengan alasan orang telanjur mengenal lagu versi lawas itu. ‘’Tapi saya tetap keukeuh dengan pendirian saya, sudah waktunya di aransemen ulang,’’  ujarnya.

Namun, untuk mewujudkan hal itu bukan perkara mudah. Pasalnya, beberapa kali terjadi bongkar pasang personel. Bahkan, band yang dibentuk pada 2014 silam ini sempat vakum karena menyisakan dua member saja. ‘’Versi baru ini (Kota Gadis, Red)  butuh lima kali aransemen,’’ ujarnya sembari menyebut selain dirinya, Skatta-Kata kini digawangi Dhenda, Gio, Yodha, dan Bingbing.

Awal Januari 2018 mereka memulai proses pengambilan gambar di sejumlah tempat ikonik Kota Karismatik. Agar efisien, Frely membaginya menjadi tiga tim. ‘’Tim pertama take gambar di lokasi alam, tim dua spot ke kota-kota, tim tiga bangunan bersejarah,’’ bebernya.

Usai take gambar rampung digarap, proses sempat terhenti hingga empat bulan lamanya. Baru pada Mei dilanjutkan bersamaan acara melancong ke Magetan. Mereka menginap selama sepekan di rumah kerabat Frely.

Selama satu minggu itu mereka berhasil menelurkan enam buah lagu baru. ‘’Ibaratnya waktu itu kami kumpulkan kembali chemistry karena sudah lama nggak kumpul bareng, ada yang sibuk kerja dan kuliah,’’ jelas sang vokalis Skatta-Kata ini.

H-2 menjelang rilis, komputer yang biasa dipakai editing dan mixing lagu mendadak error. Akhirnya diputuskan proses editing dikerjakan di sebuah studio musik milik teman.

Masalah tidak berhenti di situ, beberapa jam sebelum rilis ternyata ada yang keliru pada logo band yang tercantum. Akhirnya video diedit ulang. Tepat pukul 22.00 video diunggah ke YouTube. ‘’Sambil nunggu buffering, kami syukuran kecil-kecilan makan tumpeng ramai-ramai  bareng teman,’’ kenangnya. ***(dila rahmatika/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here