Magetan

Situs Pangger Butuh Penelitian Lanjutan BPCB Trowulan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Situs Pangger di Desa Bedagung, Panekan, sejatinya telah terdaftar sebagai cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan. Sayangnya, pengembangan situs peninggalan Raja Brawijaya itu masih jauh panggang dari api. ”Banyak kendalanya,” kata Kepala Desa Bedagung Barno Jumat (25/10).

Salah satu kendala tersebut adalah belum adanya penelitian lanjutan dari BPCB Trowulan. Itu perlu dilakukan untuk mengetahui bukti-bukti sejarah yang ada maupun demi ilmu pengetahuan yang bisa dipertanggungjawabkan. ”Butuh waktu lama, belum lagi biaya yang lain,” ungkapnya.

Selain itu, akses menuju lokasi belum memadai. Hanya berupa jalan makadam sepanjang 400 meter yang membuat para pengunjung tak merasa nyaman. Sekaligus, di kanan kiri adalah kebun milik warga setempat. Belum lagi soal lahan jika kelak membutuhkan fasilitas penunjang. ”Pembebasan tanahnya pasti ribet,” ucap Barno.

Selama ini, situs tersebut kerap dikunjungi warga setempat maupun tamu dari luar daerah untuk melakukan ritual. Mereka memercayai ada kekuatan mistis di kawasan itu. ”Saat bulan Muharam dijadikan lokasi sedekah bumi,” ujarnya sembari menyebut situs Pangger jarang dikunjungi pejabat lantaran ada mitos bisa turun jabatan. (fat/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close