Siswa Baru Dikover Angkutan Gratis

140
TRANSPORTASI: Angkutan gratis pelajar banyak dimanfaatkan siswa SMP di Magetan untuk memobilisasi mereka menuju sekolah dan rumah.

MAGETAN – Konsep angkutan gratis untuk pelajar kurang mampu terus dimatangkan dinas perhubungan (dishub). Mereka bakal melakukan pendataan ulang bagi calon peserta didik baru yang masuk SMP pada tahun pelajaran 2019/2020. ‘’Kami akan berkoordinasi dengan sekolah. Karena mereka direkomendasikan langsung dari pihak sekolah,’’ kata Kadishub Magetan Joko Trihono Rabu (10/7).

Yang jelas, dia mengaku tidak ada perubahan dalam penyediaan angkutan gratis pelajar. Prosesnya sama seperti sebelumnya. Begitu juga tidak ada penambahan armada untuk menampung siswa baru yang masuk SMP pada tahun ini. ‘’Yang kemarin lulus, tinggal diganti yang baru masuk,’’ ujarnya.

Hanya, kata Joko, ada sedikit perubahan rute operasional angkutan gratis pelajar pada tahun ini. Karena berkaitan dengan cakupan akomodasi. Seperti rencana pihaknya mengevaluasi titik penjemputan. ‘’Saat ini kami belum memetakannya. Perlu dievaluasi lagi,’’ tuturnya.

Kendati demikian, Joko menegaskan bahwa sementara ini trayek tidak berubah. Pengecualian jika rekayasa lalu lintas di sejumlah jalan protokol di Magetan diberlakukan. Namun, dia memastikan akan ada sosialisasi lebih dulu kepada siswa jika terdapat perubahan trayek. ‘’Sekarang kan baru selesai PPDB. Pihak sekolah juga belum mendata,’’ katanya.

Untuk menunjang mobilitas pelajar, Joko menyediakan sepuluh angkutan kota (angkot) dan 24 angkutan pedesaan (angkudes). Setiap angkot bisa menampung 15 siswa dalam sekali perjalanan. Sedangkan, angkudes bisa mengangkut 20 siswa. Dishub juga telah mengalokasikan Rp 800 juta untuk membayar operasional sopir angkutan tersebut. Di mana per harinya mereka bisa memperoleh honor Rp 80 ribu. ‘’Angkutan ini untuk meminimalkan penggunaan sepeda motor bagi pelajar,’’ terangnya.

Dia menyebut ada 26 lembaga yang mengajukan layanan angkutan gratis pelajar. Tetapi, yang ter-cover saat ini hanya 17 SMP/MTs. Kondisi itu lebih disebabkan jumlah armada yang terbatas. ‘’Secara bertahap akan kami tingkatkan jumlah layanan. Sesuai kemampuan daerah. Kami juga berusaha mengajukan bantuan armada ke Kemenhub,’’ jelas Joko. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here