Sistem Pengawasan Telaga Sarangan Lemah

89
MENGHANYUTKAN: Keberadaan Telaga Sarangan yang selalu padat pengunjung saat akhir pekan ternyata tidak diimbangi dengan sistem pengamanan yang kredibel dari Disparbud Magetan.

MAGETAN – Kasus tenggelamnya seorang wisatawan di Telaga Sarangan jadi tamparan keras Disparbud Magetan. Musibah itu sebenarnya bisa diminimalir apabila terdapat petugas pengawas telaga. ‘’Dalam waktu dekat kami usulkan pendirian pos khusus penyelematan,’’ kata Plt Kepala Disparbud Magetan, Venly Tomi Nicolas Jumat (14/6).

Sebenarnya pos penjaga bagi pengunjung wisatawan ada di sekitar Telaga Sarangan. Hanya fungsinya tidak maksimal. Karena memang tidak ada personel yang ditempatkan di pos tersebut.

Selanjutnya, Venly menjelaskan dengan adanya pos khusus penyelematan nanti kejadian yang sempat menimpa Dodik Supriyo, 46, wisatawan asal Kota Madiun tak lagi terulang. Karena di pos tersebut ditempatkan petugas yang mempunyai ketrampilan khusus pada bidang rescue. ‘’Petugas itu bisa dari BPBD dan satpol pp,’’ jelasnya.

Mereka bertugas fulltime. Terutama saat peak season atau ketika Telaga Sarangan ramai pengunjung. ‘’Dengan adanya penjaga oncall jadi setiap saat dapat mengantisipasi kejadian tersebut agar tidak terulang kembali,’’ ujarnya.

Saat ini, menurut Venly, rencana itu sedang dalam proses koordinasi dengan dinas terkait. Karena sifat petugas itu nantinya hanya sebatas diperbantukan. Belum permanen. ‘’Istilahnya diperbantukan jadi bukan ditugaskan. Itu yang saat ini kami upayakan,’’ ungkapnya.

Upaya lainnya adalah dengan menambah papan peringatan di sekitar telaga. Serta penambahan pengeras suara. ‘’Ini bukan berarti Telaga Sarangan menakutkan. Tetapi, hanya sebatas peringatan bagi pengunjung,’’ terang Venly. (mg7/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here