Sistem Keamanan Pasar Minulyo Payah

128

PACITAN – Mata pengelola Pasar Minulyo, Baleharjo, Pacitan, bak tercolok. Itu setelah sepeda motor Astin, pedagang di pasar tersebut, hilang Senin lalu (18/3). Akibatnya, para pedagang di pasar tradisional tersebut resah. Apalagi raibnya Honda Scoopy saat diparkir di depan toko pakaian kawasan pasar itu. ‘’Saat ini hanya ada dua petugas (karcis, Red),’’ kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pacitan Supomo kemarin (19/3).

Tak hanya minim petugas keamanan atau sekuriti, pasar tradisional terbesar di Pacitan itu juga tak dilengkapi kamera pengintai alias CCTV. Padahal, setiap hari ribuan warga bertransaksi di lokasi fasilitas publik tersebut. Pun jam operasional pasar lebih dari 20 jam sehari. ‘’Belum ada (CCTV, Red). Nanti akan kami programkan,’’ janji Supomo.

Supomo bakal menjadikan rendahnya keamanan sebagai bahan evaluasi tahun ini. Tak hanya di Pasar Minulyo, namun juga di beberapa pasar tradisional lainnya di Pacitan. Pasalnya, hampir seluruh pasar tak ada petugas keamanan yang memadai. ‘’Pasar Minulyo saja masih minim, apalagi pasar lain. Nanti kami evaluasi. Kami programkan untuk pengamanannya,’’ janjinya lagi.

Meski baru kali pertama terjadi pencurian sepeda motor, namun Supomo sering mendapat keluhan pedagang yang kehilangan barang dagangannya. Dia khawatir aksi panjang tangan tersebut membuat para pedagang dan pembeli tak nyaman. Terlebih, beberapa waktu lalu tarif parkir baru dinaikkan. ‘’Akan kami evaluasi, kenyamanan dan keamanan tetap jadi prioritas,’’ tegasnya.

Siti Rubiatun, salah seorang pengunjung pasar, geram dengan aksi pencurian tersebut. Dia turut menyayangkan lemahnya sistem parkir di Pasar Minulyo. Di pasar ini tak ada sistem parkir kendaraan dengan nomor. Sehingga, saat keluar masuk, minim sistem pengecekan pemilik kendaraan. ‘’Kalau dikasih nomor di motor dan pemilik kan bisa dicocokkan,’’ katanya. (gen/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here