Sistem Antrean Merepotkan Pasien Lansia

88

MADIUN –  Sistem Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) di RSUD dr Soedono masih dianggap ribet. Khususnya bagi para pasien lanjut usia (lansia) yang gagap teknologi. Mesin yang harusnya dimanfaatkan untuk mengurai antrean pasien instalasi rawat jalan (IRJ) belum berjalan maksimal. ’’APM sementara baru pasien lama, pasien baru belum. Dan itu (APM, Red) kan yang buat melek teknologi,’’ kata Direktur Utama RSUD dr Soedono Madiun dr Bangun Tripsila Purwaka kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Kerja mesin APM ini cukup sederhana. Pasien IRJ memindai nomor barcode yang tertera di BPJS. Kemudian, surat rujukan yang sudah didaftarkan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) beserta nomor antreannya akan muncul dari mesin tersebut. Faktanya, tidak sedikit pasien lansia yang gagap teknologi dengan mesin tersebut. ’’Banyak dimanfaatkan untuk masyarakat  perkotaan atau pasien yang masih muda. Jadinya, pasien lansianya masih manual,’’ jelasnya.

Bangun  menambahkan, pihaknya secara perlahan  akan mengintegrasikan sistem antrean dengan teknologi komunikasi. Dia mengambil contoh, sebuah rumah sakit di Jogjakarta sistem antrean lebih otomatis. ’’Semisal saya akan ke poli jantung, sudah jelas estismasi kapan dilayani’’ ungkapnya.

Selama ini pasien IRJ sebelum ke poli antre mendapatkan nomor antrean menuju poli. Proses inilah yang akan disederhanakan. Sehingga, pasien tidak perlu antre dua kali untuk periksakan diri ke poli. ’’Prinsipnya teknologi itu memudahkan. Sekarang sedang diusahakan,’’ jelasnya.

Data dari RSUD  dr Soedono, sepanjang tahun 2018 lalu jumlah pasien IRJ setiap harinya rata-rata mencapai 300 pasien. Jumlah ini menurun dibandingkan 2017 silam. Hampir 500 pasien IRJ. Salah satu faktor penyebab menurunnya jumlah pasien adalah penerapan sistem rujukan online dari BPJS.  Yang mana, pasien harus melalui FSTP pertama. Yakni, puskesmas lalu rumah sakit tipe C. ’’Malah pasiennya menumpuk di RSUD Kota Madiun, nggak tahu katanya Pak Maidi mau kerjasama dengan RSUD sini,  kasihan warga kotanya sengasara menumpuk disana (RSUD Kota Madiun),’’ jelasnya. (mg2/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here