Sisa Lahan Pasar Sementara Hanya Diuruk Tanah

120

PONOROGO – Sumbang suara pedagang mengeluhkan buruknya lahan di selatan los 4 pasar sementara mulai tersolusikan. Lahan yang kerap berkubang dan menjadi sawah dadakan itu mulai diuruk. ‘’Pengurukannya lima hari. Semoga setelah ini layak untuk jualan,’’ kata Suwardi, korlap Paguyuban Pedagang Eks Stasiun.

Pengurukan tanah di lahan selatan los 4 mulai dikerjakan Rabu (23/1). Di sisi selatan los 4, baru sekitar 50 persen lahan yang sudah layak ditempati. Pun, tidak semua dari lahan yang tersedia itu diplester semen. Banyak pedagang yang mendapat jatah berjualan di atas tanah uruk. Sementara, sisi selatan ke timur yang langsung berimpitan dengan pagar tak bisa ditempati. ‘’Untuk sementara harus diuruk dulu. Kalau kondisinya begini, mana bisa pedagang berjualan,’’ tanya balik Suwardi.

Data yang dikantongi Suwardi, hanya 260 pedagang dari eks stasiun yang mendapat jatah di dalam los 4. Ukuran ruang niaga hanya dua meter persegi. Sementara di sisi selatan los 4, terdapat 246 pedagang yang akan berjualan. Luasan ruang berjualan jauh lebih sempit. Hanya 1,5 meter persegi, tanpa peneduh. Suwardi pun telah menyuarakan permintaan pedagang eks stasiun kepada pemkab. ‘’Kalau bisa, jangan hanya diuruk, tapi diplester dan diberi peneduh. Pedagang dan pembeli tidak nyaman kalau tempatnya seperti ini,’’ ujarnya.

Menanggapi itu, lanjut Suwardi, pemkab baru mampu melakukan pengurukan tanah. Bagaimanapun, pemberian fasilitas yang layak di pasar sementara sangat diharapkan para pedagang eks stasiun. Mereka yang kini telah melunak berharap diberi fasilitas serupa sebagaimana pedagang eks pengadilan dan Pasar Legi Songgolangit. Suwardi pun percaya, fasilitas layak akan membuat para pedagang yang masih bertahan ikutan melunak. ‘’Kalau tempatnya layak, pedagang yang belum pindah akan mau pindah ke sini (pasar sementara, Red). Ini toh demi memperlancar aktivitas pedagang dan pembeli,’’ tegasnya.

Sayangnya, harapan Suwardi cs belum tentu diwujudkan seluruhnya oleh pemkab setempat. Disperdakum tidak memberi penjelasan mengenai pemberian fasilitas yang layak kepada para pedagang. Konfirmasi kepada pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) itu tidak digubris. Dalam suatu kesempatan, Bupati Ipong Muchlissoni menjelaskan bahwa tidak banyak fasilitas yang dapat diberikan pemkab kepada pedagang eks stasiun. Selain hanya menguruk tanah di areal selatan los 4. Untuk atap peneduh atau bahkan alas semen, sulit diakomodasi. ‘’Di stasiun kan mereka di bawah dan pakai peneduh sendiri. Di sana (pasar sementara, Red) juga sama,’’ tuturnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here