Sindikat Perampok Lintasdaerah Digulung, 7 Pelaku Ditangkap

152

NGAWI – Masih ingat aksi perampokan di sebuah toko kelontong Desa Kawu, Kedunggalar, 15 April 2018 lalu? Setelah lebih dari setahun buron, tiga pelaku berhasil diringkus polisi. Ketiganya ternyata anggota sindikat perampok lintasdaerah.

Tiga perampok tersebut diamankan bersama empat pelaku lainnya. Saat ini, polisi sedang memburu seorang lagi yang berperan sebagai otak perampokan. ‘’Tiga tersangka ini berhasil ditangkap petugas gabungan Polres Ngawi dan Polres Bojonegoro beberapa hari lalu,’’ kata Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu kemarin (19/2).

Satu dari tiga perampok yang kemarin digelandang ke Mapolres Ngawi adalah Purwanto, 60, warga Desa Sekaralas, Widodaren. Dua pelaku lainnya yakni Muhammad Nasir, 52, asal Desa Mekarsari, Rejeg, Tangerang; dan Sutrisno, 44, warga Desa Karangan, Bumiagung, Kabupaten Waykanan, Lampung Selatan. ‘’Empat pelaku yang lain ditahan di Mapolres Pati, Jawa Tengah,’’ ujarnya.

Natal –sapaan Pranatal Hutajulu- mengatakan, Purwanto, Nasir, dan Sutrisno terlibat dalam aksi perampokan di dua tempat kejadian perkara (TKP) di Ngawi. Selain toko kelontong di Desa Kawu, mereka menyatroni sebuah toko di Desa Gendingan, Widodaren.

Dari dua aksi perampokan itu, lanjut Natal, mereka berhasil menggasak harta korban dengan nilai menembus angka lebih dari Rp 1 miliar. Barang yang dijarah mulai uang tunai, perhiasan, hingga rokok. ‘’Target lokasi perampokan ditentukan secara acak dengan mengamati kondisi sekitar,’’ jelasnya.

Natal mengungkapkan, para tersangka melancarkan perampokan dengan cara menyekap korban. Tengah malam atau dini hari menjadi waktu favorit mereka untuk beraksi. ‘’Korban diikat kaki-tangannya dan dilakban mulutnya. Kemudian, dipaksa dan diancam menggunakan sajam (senjata tajam, Red) untuk menunjukkan tempat menyimpan barang berharga,’’ paparnya.

Dari dua TKP perampokan tersebut, lanjut dia, ketiga pelaku masing-masing mendapat bagian Rp 11 juta. ‘’Saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait catatan kejahatan yang dilakukan para tersangka, perampok antardaerah ini,’’ ujar Natal.

 ‘’Dari pengakuan tersangka ini, mereka awalnya berkumpul dan sepakat melakukan perampokan. Idenya juga dari satu pelaku yang masih DPO ini,’’ imbuh perwira dengan dua melati di pundak itu. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here