Sindikat Pencurian Pikap Diringkus

83

PONOROGO – Berakhir sudah pelarian William Drajad, 37, warga Kelurahan/Kecamatan Krian, Sidoarjo. Mulai kemarin (4/10) anggota sindikat pencurian mobil pikap L 300 itu harus meringkuk di tahanan Mapolres Ponorogo. Dia diringkus dari pengembangan kasus sebelumnya dengan tersangka Imam Mujiono alias Kijon dan Edy Nurcahyono alias Cemet pada 25 Maret lalu.

Saat ini keduanya sudah menjalani hukuman di Rutan Kelas II Ponorogo. Mereka divonis empat tahun penjara karena terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor dan pikap L 300 pada 7 November 2017 lalu. ‘’Jadi, pelaku (William Drajad) ini merupakan DPO (daftar pencarian orang, Red),’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Radiant.

Dari hasil penyelidikan, William bukanlah penjahat kacangan. Selain menjadi otak di balik pencurian pikap yang dilakukan komplotan Kijon, William punya rekam jejak panjang di dunia kejahatan. Dia adalah penadah hasil pencurian pikap L 300. Bahkan, ketika petugas menangkap Kijon dan Cemet di sebuah rumah kontrakan di Jalan Imam Bonjol Ponorogo sempat menemukan mobil pikap L 300 dalam keadaan sudah tidak utuh.

Rencananya sasis mobil pretelan itu akan dijual Kijon cs melalui William. Radiant mengungkapkan pikap L 300 itu sengaja dipreteli untuk menghapus jejak kejahatan mereka. ‘’Selain itu, untuk mempermudah proses penjualan ke pedagang besi loakan,’’ ujarnya.

Modusnya, Kijon cs beraksi saat malam dengan merusak kunci pintu mobil. Dari tangan William, barang bukti ditemukan berupa mobil pikap L 300 pretelan. ‘’Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,’’ ungkap Radiant.

Barang bukti pikap L 300 itu merupakan milik korban Damuri, warga Desa Kambeng, Slahung. Damuri melaporkan kasus itu ke Polsek Slahung pada 6 November 2017 silam. (her/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here