Sindikat Curanmor Pasuruan Digulung Polisi, Empat Pelaku Didor

128

PONOROGO – Jauh datang dari Pasuruan ke Ponorogo sengaja untuk mencuri kendaraan bermotor (curanmor). Setelah beberapa kali beraksi, komplotan itu digulung petugas Satreskrim Polres Ponorogo dini hari kemarin (25/10). Empat di antara sepuluh bandit terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.

Salah seorang di antaranya Sukaji, warga Purwodadi, Pasuruan. Laki-laki ini merupakan buron kelas kakap yang juga pentolan geng sindikat curanmor tersebut. Komplotan ini terdeteksi enam kali beraksi. Mereka spesialis curanmor yang diparkir di pinggir jalan raya. Tiga pelaku lainnya yang didor adalah Sumantri, Wandi, dan Supriyanto.

Sedangkan enam bandit lainnya yang diringkus adalah Mohammad Hilmi, Adi Junianto, David Arfianto, Suparno, dan Slamet Johar. Mereka merupakan warga Nguling, Pasuruan. Seorang lainnya Choirul Iman, warga Sidoarjo.

Digulungnya komplotan Pasuruan tersebut berawal dari laporan Sutrisno. Warga Desa Plosojenar, Kauman, Ponorogo, itu kehilangan sepeda motor Honda Beat hitam AE 3108 HW di sawah, Rabu lalu (24/10). Tempat kejadian perkara (TKP)-nya di Dusun Maron Kulon, Maron, Kauman. Tepatnya di timur Rumah Makan Bantarangin Jalan Raya Ponorogo-Solo.

Dari laporan tersebut, polisi langsung bergerak cepat mengamankan wilayah. Hasilnya, anggota Satreskrim Polres Ponorogo mendapati sepeda motor dengan ciri-ciri yang dimaksud sedang dikendarai salah seorang pelaku ke arah Wonogiri.

Petugas pun menguntitnya. Komplotan ini ternyata bersembunyi di rumah Seneri, Desa Ngelo, Jatiroto, Wonogiri. Di rumah tersebut terdapat 12 pelaku. Polisi lantas menggerebek. Sejumlah pelaku melawan. Termasuk Sukaji. ‘’Petugas terpaksa melumpuhkan pelaku di bagian kaki,’’ kata Wakapolres Ponorogo Kompol Muhammad Roni Mustofa kemarin (25/10).

Hasil penggerebekan, polisi hanya mengamankan 10 pelaku. Dua lainnya kabur. Termasuk Seneri, si pemilik rumah. ‘’Di rumah tersebut sering dipakai para pelaku untuk merencanakan aksi curanmor,’’ ungkap Roni.

Di lokasi penggerebekan, petugas mendapati sejumlah barang bukti hasil kejahatan mereka. Di antaranya, delapan unit sepeda motor berbagai merek, dua unit mobil, beberapa kunci T, sejumlah senjata tajam seperti celurit dan belati, pelat nomor N (Malang) dan S (Bojonegoro), uang tunai, dan kartu ATM.

Roni mengatakan terus berupaya melakukan pengembangan. Termasuk mendalami satu per satu peran pelaku saat beraksi menggasak sepeda motor yang mereka incar. ‘’Tentunya nanti ketika informasi sudah lengkap akan kami sampaikan kepada kalian (wartawan, Red),’’ janjinya. (her/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here