Simpan Rapat Konsep Malioboro di Yos Sudarso

75

MAGETAN – Wacana Bupati Magetan Suprawoto menghadirkan suasana Maliboro di jalan Yos Sudarso tidak main-main. Dinas perhubungan (dishub) setempat sudah diberi ultimatum agar segera menuntaskan rekayasa lalu lintas. Yakni, jalan yang mengintegrasikan Pasar Sayur dan Pasar Baru Magetan itu.  ’’Draf sudah ada, tapi belum berani (membagi, Red),’’ ujar Kepala Dishub Magetan Joko Trihono.

Joko hanya sedikit membocorkan jika draf rekayasa lalin di kawasan itu tetap dijadikan satu arah. Sama seperti sekarang ini. Hanya, agar bisa merealisasikan keinginan Kang Woto – sapaan Bupati Magetan itu, dikatakan Joko tidak bisa langsung action. Melainkan butuh uji coba terlebih dahulu. Setidaknya butuh waktu hingga sepekan uji coba. Dari sana, bakal dievaluasi untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan. Sehingga bisa diambil langkah selanjutnya. ’’Karena ini menyangkut urusan orang banyak. Harus komperhensif,’’ katanya.

Joko tidak bisa bekerja seorang diri. Tetap melibatkan pihak kepolisian. Harus ada kesepakatan antar forum lalu lintas agar wacana tersebut bisa berjalan maksimal dan sesuai rencana. Namun, hingga kini Joko masih belum membagi draf rekayasa lalin itu kepada Kasatlantas Polres Magetan AKP Himawan Setiawan. Hanya diskusi santai terkait rekayasa lalin jalan Yos Sudarso sudah dilakukan. ’’Pak Kasat mendukung. Tapi draf itu harus dikaji dulu sebelum action,’’ jelasnya.

Selain rekayasa lalin yang harus dipersiapkan Joko, kantong parkir tidak boleh ketinggalan. Bukan rahasia lagi, jika pemkab Magetan selama ini kekurangan kantong parkir. Alhasil, bahu jalan dijadikan tempat parkir. Sistem parkir serong bahkan diterapkan agar menampung lebih banyak kendaraan pada ruas jalan tertentu. Akibatnya, jatah pengguna jalan diembat. ’’Untuk parkir akan lebih ditata. Supaya sama – sama nyaman dan aman,’’ jelasnya.

Kawasan parkir di timur pasar baru tetap akan difungsikan sebagai area parkir. Lokasinya lumayan luas untuk menunjang tempat parkir di Pasar Baru Magetan. Hanya, masalahnya banyak tenda pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan lahan parkir tersebut. Ada pula penjual ikan dan burung yang membawa gerobak dan menjual dagangannya disana. ’’Pembagian kantong parkir di seputar pasar baru, butuh dibicarakan lebih lanjut,’’ jelasnya.

Sulit memang untuk merealisasikan keinginan Kang Woto yang hendak menghadirkan suasana Malioboro di sepanjang jalan Yos Sudarso itu. Namun, Joko tetap mendukung wacana tersebut. Segala piranti untuk menunjang lancarnya wacana itu tetap akan disiapkan. Mulai rekayasa lalin, kantong parkir, hingga rambu-rambu lalin. Sehingga PKL yang berjualan tidak terganggu dengan lalu lalang kendaraan dan pejalan kaki. Pun, kendaraan yang melintas tidak kebingungan mencari jalan. ’’Apapun kebijakan pak bupati, kami dukung. Toh, ini demi warga Magetan,’’ pungkasnya. (bel/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here