Simalakama Tetangga Hutang Ratusan Juta

125

PONOROGO – Puluhan warga Desa Nglurup, Sampung merasa tertipu oleh YL, warga setempat. Uang, sertifikat tanah, perhiasan raib. Nilainya ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. ‘’Awalnya katanya dipinjam, tapi tiba-tiba pergi tanpa pamit,’’ kata AS, warga setempat yang turut menjadi korban, kemarin (8/4).

Data yang dihimpun, sedikitnya 14 warga desa setempat kehilangan harta benda. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 349,9 juta. Itu disebut-sebut merupakan total uang dari seluruh korban yang dipinjam oleh YL. ‘’Mulai pinjamnya beda-beda. Saya sendiri sudah sekitar setahun lalu,’’ lanjutnya.

AS tidak tahu persis bagaimana hal itu bisa berujung rumit. Awalnya, YL meminjam uang sekitar Rp 24 juta kepada S, ibunya sekitar dua tahun lalu. Tetangganya yang saat ini pergi entah kemana itu berjanji hendak mengembalikan dengan mencicil. ‘’Dicicil dapat berapa, pinjam lagi,’’ ungkap pria kelahiran 1987 itu.

Selang beberapa bulan, YL kembali meminjam uang kepada keluarga AS. Saat itu, AS memberitahu jika keluarganya tidak memiliki uang. YL beralasan sedang butuh uang untuk mengobatkan anak-anak panti asuhan miliknya di Medan. ‘’Akhirnya nggak tega/ Dia lantas menyarankan kami pinjam ke bank,’’ sambungnya.

Keluarga AS lantas meminjam uang ke bank sebesar Rp 60 juta. Sertifikat tanah petok D rumah dan pekarangan, sawah, dan tiga BPKB sepeda motor dijadikan jaminannya. S meminjam sekitar Rp 60 juta. Sementara MS, istri AS juga meminjam Rp 75 juta.

Berbekal kepercayaan, uang hasil pinjaman itu diberikan seluruhnya kepada YL. Untuk angsuran per bulan sebesar Rp 4,4 juta, sebenarnya YL membayarkan langsung ke bank. Namun, dua minggu lalu, YL bersama suami dan dua anaknya pergi tanpa pamitan. Padahal, saat itu jatuh tempo angsuran ke bank. ‘’Pihak bank ke sini, menagih,’’ tuturnya.

Alhasil, keluarga AS terpaksa membayar tagihan tersebut. Dia yang bekerja serabutan merasa berat membayar tanggungan tersebut. Hingga harus meminjam sana-sini. Semakin hari, kondisi ini berdampak buruk terhadap psikologi keluarga AS. ‘’Ibu sampai ketakutan saat ada orang tidak dikenal datang. Bapak sempat stres dan ngamuk. Alhamdulillah sekarang agak tenang,’’ jelasnya.

Belum jelas apa motif di balik kasus tersebut. Hal itu turut dirasakan 12 warga lain yang menjadi korban. Mereka sebenarnya sudah meminta perangkat desa setempat turun tangan. Agar YL yang disebut-sebut telah meminjam uang itu lekas kembali ke kampung halaman dan membayarkan semua tagihan bank. ‘’Sudah pernah kumpul juga.  Kami juga takut kalau harta dan rumah disita bank,’’ ujarnya.

Kepala Desa Nglurup Widodo tidak mengelak santernya informasi yang kini juga telah beredar di media sosial (medsos) tersebut. Pemerintah desa (pemdes) pun telah melakukan investigasi. ‘’Kami terjun ke lapangan untuk mengetahui duduk permasalahannya seperti apa. Kalau memang ada unsur penipuan, kami akan dampingi warga melapor ke pihak berwajib,’’ kata Widodo.

Kapolsek Sampung Iptu Marsono yang hingga kini belum menerima laporan juga turut melakukan penelusuran lebih lanjut. Melalui bhabinkamtibmas setempat. ‘’Kami gali informasinya terlebih dahulu,’’ tuturnya. (mg7/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here