Sikapi Masalah PDAM, Kanang Pilih Netral

7

NGAWI – Bupati Budi ‘Kanang’ Sulistyono terkesan hati-hati menyikapi ‘’perseteruan’’ antara PDAM Tirta Dharma dan Perum Jasa Tirta. Pun, orang nomor satu di Ngawi itu cenderung bersikap netral. Baik PDAM maupun Jasa Tirta disebutnya sama-sama merupakan alat negara. Tugas utamanya memberikan jasa pelayanan kepada publik sebaik-baiknya. Tidak hanya beroperasi dengan orientasi keuntungan semata. ‘’Mereka alat negara, kami juga alat negara, maka akan kami fasilitasi hak dan kewajiban masing-masing,’’ kata Kanang kemarin (12/4).

Meski begitu, Kanang menilai saat ini ada sedikit perbedaan pemahaman dari kedua perusahaan tersebut terkait hak dan kewajiban masing-masing. Kondisi itu, lanjut dia, harus dicari akar permasalahannya. ‘’Saya yakin itu (masalah, Red) bisa diselesaikan,’’ ujarnya usai menghadiri apel bersama Bawaslu Ngawi di Alun-alun Merdeka.

Soal tagihan ke Perum Jasa Tirta yang belum terbayarkan, Kanang menyatakan bisa dirundingkan bersama. Pun, sejumlah opsi berpeluang disepakati. Mulai pentahapan pembayaran hingga pengajuan keringanan. ‘’Pasti ada solusinya, kok itu,’’ ucap Kanang yakin.

Sebelumnya, pihak Perum Jasa Tirta menyatakan bahwa PDAM Tirta Dharma Ngawi telah menunggak pembayaran iuran BJPSDA. Total nilai tunggakan mencapai sekitar Rp 5 miliar, akumulasi sejak 2009 hingga sekarang. Namun, pihak PDAM melalui dewan pengawasnya sempat menyangkal pernyataan itu dan menyebut sudah ada pembayaran kendati diakui belum semuanya terlunasi. ‘’Ini memang termasuk salah satu yang akan kami perbaiki di PDAM dengan manajemen baru nanti,’’ pungkasnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here