Madiun

Sidang Perdana Batasi Tatap Muka

Terdakwa Simak Dakwaan dari Lapas Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sidang perdana dugaan penipuan umrah yang melibatkan PT SBL digelar virtual Senin (27/7). Saksi dihadirkan di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun. Sementara AR, pemilik PT SBL, di Lapas Madiun.

Dalam sidang beragendakan pemeriksaan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fuat Zamroni menanyakan kronologi singkat dugaan penipuan yang menimpa Tedy Kurniawan Hartanto. Pemilik Mandiri Jaya itu mengalami kerugian sekitar Rp 51 juta lantaran dua pemenang undian di toko alat tulis miliknya yang sedianya dijanjikan berangkat umrah pada Desember 2018 lalu, tidak kunjung berangkat.

Humas PN Kota Madiun Endratno Rajamai menguraikan, ada tiga saksi yang dimintai keterangan dalam perkara penipuan ini. Selain Tedy Kurniawan, juga dua pemenang undian yakni Pujianto dan Lilik. Sesuai dakwaan jaksa, AR didakwa melanggar pasal 372 dan 378 KUHP tentang Penggelapan dan Penipuan. ‘’Sidang perdana kali ini berjalan lancar, dilanjutkan pekan depan (3/8),’’ ujarnya.

Pekan depan, majelis hakim bakal mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan JPU. Sekaligus mendengarkan keterangan terdakwa AR serta saksi yang meringankan. Sidang kali ini dipimpin majelis hakim Endratno Rajamai bersama  dua anggota; Ade Irma Susanti dan Dian Mega Ayu.  ‘’Karena ini masih pandemi, tata cara sidang disesuaikan protokol kesehatan,’’ jelasnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close