Sidak, Tim Gabungan Temukan Jagal Melanggar SOP

90

MAGETAN – Fakta menarik ditemukan tim gabungan dinas peternakan dan kesehatan bersama Polres Magetan kemarin (18/12). Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tempat pemotongan hewan milik warga di Desa Kalang, ada yang belum memenuhi standar operasional prosedur (SOP).

’’Ada pelanggaran dari para jagal, seperti sapi yang dipotong masih menyentuh tanah, serta pembuangan limbah kotoran tidak pada tempatnya,’’ kata Plt Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan Sidik Perwito.

Dia menjelaskan, sesuai SOP seharusnya tidak diperbolehkan. Sidik berharap, ke depan para jagal bisa meminimalkan pelanggaran. Dia mengimbau agar proses pemotongan hewan bisa aman, sehat, utuh, dan higienis (ASUH). Sehingga, konsumen terhindar dari penyakit yang timbul akibat mengonsumsi daging. ’’Saat momen jelang Natal dan tahun baru, permintaan daging pastinya akan meningkat. Makanya kami melakukan sidak,’’ jelasnya.

Sidik menambahkan, dari sidak di sejumlah tempat pemotongan hewan tidak ditemukan pelanggaran berat. Seperti adanya penyembelihan sapi betina. Namun, ke depan diupayakan agar tidak ada lagi aktivitas pemotongan hewan secara pribadi. Sebab, sudah disediakan rumah pemotongan hewan (RPH) sesuai amanat UU Nomor 18/2009 tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan. ’’Tidak diperbolehkan memotong hewan secara pribadi,’’ tekannya.

Sejauh ini, di wilayah Magetan sapi yang disembelih di kisaran 20 sampai 30 ekor per hari. Pemkab berharap tidak ada praktik curang dengan menggelonggong sapi sebelum disembelih. Atau, mencampur daging kualitas baik dengan yang tidak layak. ’’Jika kami temukan akan diproses hukum,’’ tegas Sidik.

Sunarti, salah seorang pemilik jagal pemotongan hewan, mengaku jauhnya lokasi RPH menjadi penyebab. Sehingga, para jagal memilih memotong hewan sendiri. ’’Dua kali kerja kalau ke RPH milik dinas, harus menambah beban biaya transpor juga,’’ ungkapnya. (mgc/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here