Magetan

Sidak Proyek Sekolah, Dewan Banyak Temui Kejanggalan

Oknum Guru Bawa Material Kayu

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Dahi Sekretaris Komisi A DPRD Magetan Jamaludin Malik mengernyit. Saat inspeksi ke proyek salah satu SMP di Kecamatan Barat, Kamis (27/8) dia mendapati hasil pengerjaan bangunan tidak sesuai perencanaan. ‘’Kerangka internitnya itu di perencanaan seharusnya 4×4 meter. Kenyataannya hanya 2×4 meter dan 3×6 meter,’’ ujarnya.

Jamal bersama wakil rakyat dari komisinya juga mendapati merek plafon yang terpasang tidak sesuai perencanaan. Dalam perencanaan, seharusnya merek Elegant namun dibelikan merek Premier. ‘’Standarnya harga Rp 13 ribu per meter, tapi yang digunakan seharga kisaran Rp 11 ribu-Rp 12 ribu per meternya,’’ ungkapnya.

Di Takeran, kalangan dewan juga mendapati persoalan serupa. Proyek salah satu SMP di kecamatan itu didapati rangka kayunya diganti baja ringan. Usut punya usut, dewan mendapati informasi bahwa rangka kayu dibawa dua oknum guru tanpa disertai berita acara yang jelas terkait aset negara tersebut. Sehingga mengakibatkan pembangunan gedung sekolah itu tidak sesuai perencanaan. ‘’Kami minta pihak sekolah terkait memberikan penjelasan kepada kami secara gamblang,’’ tegasnya.

Atas temuan itu, dewan menyayangkan lemahnya pengawasan dalam pengerjaan proyek gedung sekolah. Sebab, standar material bangunan ada yang diganti dengan spesifikasi lebih murah. ‘’Pengurangan spesifikasi seperti ini dikhawatirkan mengurangi kualitas bangunan. Kalau bangunannya kelak rapuh, tentu membahayakan siswa yang belajar di dalamnya,’’ tutur Jamal.

Dia juga tak bisa membenarkan adanya oknum guru yang mengambil material kayu. Jika memang terbukti melanggar, pihak sekolah harus memberikan penindakan tegas. ‘’Kami masih akan sidak lagi di sekolah lain untuk mengecek kualitas proyek fisik yang sedang dikerjakan,’’ katanya. (fat/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close