Pacitan

Siapkan Protokol Kesehatan Gua Gong, Pengunjung Dibatasi Waktu

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pembahasan konsep protokol kesehatan bagi pengunjung Gua Gong berlangsung alot. Sampai dengan Rabu (24/6) belum ada kesepakatan antara dinas kesehatan (dinkes) dengan disparpora terkait persoalan tersebut.

Kepala Disparpora Pacitan T. Andi Faliandra mengatakan, tingkat kelembapan di dalam Gua Gong termasuk tinggi. Kondisi itu dianggap mempercepat proses penularan dan penyebaran virus. ‘’Selain itu, ruang gerak pengunjung terbatas dan aktivitas mereka di dalam gua sulit dipantau,’’ katanya.

Sebenarnya kasus seperti ini juga dialami pengelola Gua Maharani di Lamongan. Mereka masih kebingungan menerapkan konsep protokol kesehatan bagi wisatawan yang datang berkunjung ke tempat tersebut.

Saat ini objek wisata gua itu masih tertutup untuk umum. Mereka masih menunggu rekomendasi dari tim kesehatan lebih lanjut. ‘’Tentu ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama. Karena kita punya asosiasi teman-teman sesama gua, termasuk dengan Gua Maharani kami diskusikan bersama dan saling share. Karena kami ingin siapkan secara hati-hati,’’ terang Andi.

Apabila Gua Gong dibuka, jumlah pengunjung bakal dibatasi. Misalnya 30 pengunjung hanya boleh di dalam gua maksimal sekitar 20–30 menit. Selain itu, proses sterilisasi dengan cara penyemprotan disinfektan di dalam gua akan dilakukan berkala. ‘’Tapi, sekarang masih kami diskusikan lagi. Termasuk tempat pengunjung menunggu sebelum masuk bagaimana, kami simulasikan,’’ ujar mantan staf ahli bupati bidang sosial, kemasyarakatan, dan SDM itu. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *