Siapa Layak Urusi Kebudayaan?

38
MENGKAJI: Salah satu kegiatan peragaan budaya di Pacitan. Bagian organisasi setdakab mengevaluasi bidang kebudayaan di tubuh dinas pendidikan.

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Wacana mengembalikan bidang kebudayaan ke dinas pariwisata pemuda dan olahraga (disparpora) masih abu-abu. Bagian Organisasi Setdakab Pacitan tengah mengevaluasi urusan yang kini menginduk di dinas pendidikan (dindik) tersebut. ‘’Tapi, terlalu dini mengarah ke sana (dikembalikan, Red),‘’ kata Kabag Organisasi Setdakab Pacitan Ani Yustiani Jumat (13/9).

Ani mengatakan, bidang kebudayaan menjadi atensi karena dipandang tumpang tindih pada tugas dan fungsi (tusi). Jika dindik lebih ke pelestarian, disparpora mengarah pada promosi wisata. Problem tersebut perlu diurai agar kinerja optimal. Lewat pencermatan ada tidaknya kendala antara tusi dengan struktur organisasi di dindik. ‘’Belum bisa menarik kesimpulan karena kajiannya masih berjalan,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, peralihan bidang kebudayaan dari disparpora ke dindik tiga tahun lalu menyesuaikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sedangkan kali ini evaluasi pelaksanaan struktur organisasi tata kerja (SOTK) organisasi perangkat daerah (OPD). ‘’Bidang pendidikan salah satu yang masuk evaluasi,’’ sebutnya.

Menurut Ani, pemindahan bukan satu-satunya solusi kemaslahatan bidang kebudayaan. Penyesuaian uraian tusi bisa sebagai opsi lain. Terlepas itu, pihaknya sekadar mengevaluasi. Hasilnya dilaporkan ke forum lebih tinggi. ‘’Target selesai Desember nanti,’’ katanya. (den/c1/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here