Tiga Desa di Magetan Alami Kekeringan Parah

76
KEKERINGAN: Petugas BPBD Magetan saat mendistribusikan air bersih di Desa Kuwon, Kecamatan Karas, Selasa (21/8).

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Krisis air bersih di sebagian wilayah Magetan makin menjadi. Seperti warga di Desa Sayutan, Kecamatan Parang. Mereka terpaksa memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti mandi, mencuci, bahkan untuk memasak sekalipun.

Selain Desa Sayutan, kesulitan mendapatkan air bersih juga dialami oleh warga lima RT di Desa Kuwon, Kecamatan Karas. Selasa (21/8) petugas BPBD Magetan yang mendapatkan laporan permohonan itu langsung mendistribusikan bantuan 6.000 liter air bersih ke Dusun Sumbermeneng.

Warga yang sudah menunggu kedatangan truk dari BPBD langsung baris mengantre. Dengan menenteng ember dan jeriken, mereka berharap bisa mendapat jatah air bersih.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Maghetan Fery Yoga Saputra mengatakan, Desa Kuwon merupakan langganan krisis air bersih saat musim kemarau. Persoalan itu sudah mereka alami dua tahun terakhir. ‘’Sebagian warga sebenarnya mempunyai sumur (dalam) sendiri. Tapi, sumber airnya habis,’’ katanya.

Menurutnya, hal itu disebabkan sumber air dari sumur proyek pengembangan air tanah (P2AT) tersebut sebagian dimanfaatkan oleh warga untuk keperluan irigasi sawah. Sehingga, sumber air makin cepat menyusut saat musim kemarau tiba. ‘’Dalam dua hari kemarin mulai dirasakan dampaknya. Hingga akhirnya, pemerintah desa (pemdes) setempat mengajukan permohonan dropping air bersih. Ini merupakan kali kedua sejak tahun lalu, Pemdes Kuwon mengajukan bantuan air bersih,’’ terang Fery.

Dia menyebut masalah air bersih itu dialami oleh sekitar 2.017 warga yang bermukim di Dusun Sumbermeneng dan Dusun Penthuk. Sebagai upaya penanganan jangka panjang, pihaknya telah mengajukan usulan pemasangan pipanisasi di Desa Kuwon ke BPBD Jatim. Tetapi, pemasangannya baru dapat dilakukan pada Oktober–November mendatang. ‘’Jadi, (pipa) belum bisa digunakan. Tapi, setidaknya tahun depan itu bisa mengantisipasi terjadinya krisis air bersih di Desa Kuwon,’’ ujarnya.

Saat ini, kata Fery, distribusi air bersih dilakukan hampir setiap hari ke beberapa desa yang terdampak kekeringan. Mulai Desa Sayutan dan Desa Trosono di Kecamatan Parang. Serta Desa Kuwon di Kecamatan Karas. ‘’Dropping air bersih dilakukan secara bergiliran setiap hari,’’ pungkasnya. (fat/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here