Setiap Hari 15 Anak Muda Tewas akibat Laka Lantas

70

MADIUN – Upaya mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan kaum milenial di Jatim menjadi atensi aparat kepolisian. Apalagi, sepanjang 2018 lalu angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas banyak didominasi usia produktif antara 17–35 yang notabenenya merupakan kaum milenial.

Kabag Opsnal Dirlantas Polda Jatim AKBP Guritno mengatakan, selama 2018 lalu tercatat ada 5.257 korban meninggal dunia akibat laka lantas di wilayah Jatim. Di mana 52 persen di antaranya merupakan kaum milenial. ’’Kalau dipersentasekan, setiap harinya tercatat sekitar 15 anak muda yang meninggal dunia akibat laka lantas,’’ katanya kemarin (31/1).

Diakuinya, kejadian laka lantas kurang mendapat perhatian luas. Padahal, banyak korban yang berjatuhan sia-sia di jalan. Karena itu, pihaknya mengedepankan pembinaan dan pengawasan terutama di sejumlah titik blackspot. ’’Pada saat tertentu, saya minta kasatlantas bersama anggotanya untuk melakukan penjagaan di sejumlah titik rawan pelanggaran lalu lintas dan blackspot,’’ ujar Guritno.

Kondisi jalan masih jadi salah satu penyebab terjadinya laka lantas. Jalan yang berlubang mengakibatkan pengendara sulit mengendalikan kendaraannya. Ditambah kurangnya penerangan di jalur-jalur antarkota.

Guritno menekankan, idealnya jumlah laka harus bisa ditekan sampai nol. Namun, melihat kondisi kabupaten/kota di Jatim, hal tersebut sangat mustahil. Apalagi, beberapa daerah memiliki tingkat kepadatan kendaraan paling tinggi. Selain itu, kondisi tersebut tidak lepas dari fakta bahwa populasi kendaraan roda dua makin meningkat. Faktor budaya berkendara masyarakat juga menjadi sorotan. ’’Penindakan diprioritaskan untuk perilaku berkendara yang berpotensi mengakibatkan laka lantas,’’ tutur perwira dengan dua melati di pundak itu.

Di Kota Madiun, sepanjang 2018 tercatat 455 kasus kecelakaan. Di mana 41 korban di antaranya meninggal dunia dan 560 orang luka ringan. Dari jumlah korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan itu, 31 jiwa di antaranya merupakan pelajar dan remaja usia produktif. ’’Jumlah pelanggaran lalu lintas pelajar, remaja, dan usia dini mencapai 6.108 pelanggar,’’ beber Wakapolres Madiun Kota Kompol Hanis Subiyono.

Berkaca dari hal tersebut, Hanis mengaku berbagai upaya telah dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terutama kaum milenial. Selain memberikan brosur dan leaflet, juga menyambangi sejumlah sekolah dan kampus. ‘’Jika mereka sudah menaati aturan lalu lintas, maka akan tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,’’ ucapnya. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here