Setelah Terungkap Praktik Haram, TBBM Merasa Tidak Kecolongan

69
KLARIFIKASI: TBBM Madiun Pertamina Rayon V menyampaikan klarifikasi terkait praktik oplosan BBM jenis pertamax di salah satu SPBU di Ponorogo.

MADIUN – Terminal Bahan Bakar Madiun (TBBM) Madiun Pertamina Rayon V dengan tegas menolak disebut kecolongan. Ini setelah terungkapnya praktik haram penjualan BBM jenis pertamax oplosan di SPBU Desa Bangunrejo, Sukorejo, Ponorogo.

TBBM mengakui, jika setiap bulan SPBU diwajibkan memberikan laporan atas BBM yang dijual. Apabila ditemukan hal-hal yang tidak wajar Pertamina lakukan klarifikasi. ’’Sebenarnya rutin (dicek,Red) setiap bulan juga ada audit pasti pas. Pengawasan pertamina cukup,’’ kata Sales Executive Retail TBBM Madiun Adri Angga Aditya ditemui Radar Madiun Senin (17/8).

Adri menjelaskan, dia belum mengetahui pasti temuan kejadian serupa di lingkup kerjanya. Dalihnya, Adri baru dipindahtugaskan enam bulan lalu. Karena itu, dia memastikan akan mempelajari kasus tersebut. Pun, sampai saat ini masih menanti hasil penyidikan Polres Ponorogo. Agar kejadian tersebut tidak terulang, pihaknya bakal mengadakan koordinasi dengan himpunan wiraswasta nasional minyak dan gas bumi (Hiswana) di wilayah kerjanya. ’’Membina lembaga penyalur kami sesuai dengan kontrak. Di kontrak tertera jelas sanksi adminstrasi bahkan juga rewards,’’ ungkapnya.

Sanksi terberat apabila ditemukan pelanggaran dari SPBU adalah dilakukan pemutusan hubungan kontrak kerja. Namun, untuk sementara ini pihaknya melakukan pemberhentian supply BBM di SPBU tersebut. ’’Kami dari Pertamina masih menunggu aparat penyidik terkait kasus tersebut,’’  akunya.

Dia menghimbau, agar masyarakat tidak segan-segan untuk melaporkan ke Pertamina jika menemui kejanggalan terhadap layanan maupun kualitas BBM di SPBU. Sejatinya, untuk membedakan BBM oplosan dan tidak bisa dilihat dari warnanya.  Kemudian, kata dia, pengaruh BBM terhadap mesin kendaraan yang mengakibatkan tidak nyaman usai mengisi BBM. ’’Kami harapkan konsumen tidak ragu menemukan kejanggalan, bisa laporkan ke call center. Akan cepat kami tindak lanjuti dan follow up,’’ tegasnya. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here