Setelah Negosiasi Delapan Tahun, Monjesu Dipeluk Pemkab Pacitan

66

PACITAN – Setelah negosiasi alot selama delapan tahun Monumen Panglima Besar Jenderal Sudirman (Monjesu) di Desa Pakisbaru, Nawangan, akhirnya jatuh ke pelukan Pemkab Pacitan. Itu setelah ahli waris Roto Suwarno menerima kesepakatan harga Rp 4,2 miliar. Sebelumnya, mereka membanderol Rp 40 miliar sejak lelang 2010 lalu. ‘’Setelah negosiasi akhirnya ketemu kesepakatan harga itu,’’ ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan Daryono kemarin (5/4).

Menurut dia, nominal tersebut sekadar untuk mengakuisisi patung setinggi delapan meter dan landasannya. Sedangkan lahan dan bangunan lainnya masih dikuasai pemerintah pusat. Bangunannya milik Kementerian Pertahanan sedangkan lahan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). ‘’Jadi ada tiga kementerian,’’ imbuhnya.

Daryono mengungkap kawasan Monjesu itu bakal dijadikan objek wisata sejarah. Di lokasi tersebut dibuat museum kisah perjuangan PB Jenderal Sudirman saat perang revolusi. ‘’Itu kalau (aset, Red.) seluruhnya sudah milik pemkab,’’ tuturnya.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, pihaknya melakukan koordinasi dengan ketiga pihak kementerian tersebut untuk meminta hibah aset tanah dan bangunan di kawasan Monjesu. Saat ini pihaknya masih menunggu jawaban. ‘’Teknisnya sudah. Cuma hak untuk menghibahkan ada pada mereka,’’ jelasnya.

Daryono berharap permohonan hibah mendapat tanggapan positif atau disetujui secepatnya. Sehingga, rencana pengembangan kawasan Monjesu sebagai objek wisata sejarah bisa segera direalisasikan. ‘’Saat ini belum bisa dikelola pemkab secara utuh,’’ tambahnya.

Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo membenarkan keberhasilan Pemkab Pacitan mengakusisi Monjesu itu. Kini, tinggal menunggu proses administrasi pembayaran. Targetnya 2019 ini selesai.

Terkait pengembangan monumen, Yudi menyebut pihaknya masih akan melakukan sejumlah kajian. Termasuk melibatkan Mabes TNI mengingat setiap tahun lokasi tersebut juga menjadi lokasi napak tilas Rute Panglima Sudirman (RPS) Akademi TNI. Terkait aset lainnya, Yudi juga tidak bisa memastikan. ‘’Kalau bisa secepat mungkin beres,’’ ucapnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here