Setelah Menpora Imam Nahrowi Berstatus Tersangka, Kejuaraan Paralayang dan Surfing Batal?

30
BELUM JELAS: Imam Nahrowi (dua dari kiri) meninjau bukit Sentono Gentong, Pacitan, untuk venue kejuaran paralayang, Juli lalu.

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi sebagai tersangka perkara dugaan suap. Status itu berbuntut pengunduran dirinya. Kondisi tersebut diperkirakan bakal berimbas pada dua event besar di Pacitan. Yakni, kejuaran paralayang dan surfing awal Oktober nanti.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan Andi Faliandra pun lesu darah. Dia tidak ingin mengomentari status tersangka Imam Nahrowi. ‘’Persiapan kejuaraan paralayang dan surfing yang hendak didanai Kemenpora itu sebenanya sudah memasuki tahap akhir,’’ katanya Kamis (19/9).

Bahkan, panitia sudah menyiapkan berbagai keperluan. Mulai venue kejuaraan, penerimaan peserta, calon tempat menginap peserta, hingga kebutuhan lain. Pun rapat koordinasi lintas sektoral telah digelar beberapa kali. ‘’Hingga saat ini, secara keseluruhan siap digelar,’’ ujarnya.

Andi menyebut, dua kejuaraan bergengsi itu mendapat dukungan anggaran sekitar Rp 500 juta dari Kemenpora. Saat ini, pihaknya menunggu pencairannya. Informasinya, pencairan tinggal menunggu persetujuan menpora. Itu diketahui usai bertanya ke staf Kemenpora sekitar dua hari lalu. ‘’Istilahnya tinggal ketuk palu Pak Menteri,’’ ungkapnya sembari menyebut persiapan administratif panitia lokal dan kabupaten juga telah siap.

Seharusnya, rekomendasi tersebut diterima minggu ini. Meski begitu, Andi berkomitmen event berskala nasional itu bisa digelar pekan pertama Oktober sesuai rencana awal. Jika rekomendasi tidak didapatkan, kejuaraan yang mengambil venue di objek wisata Sentono Gentong dan Teleng Ria itu bakal diundur akhir tahun. ‘’Kami optimistis tahun ini tetap dilaksanakan. Cuma bergeser bulannya,’’ terangnya.

Namun, mundurnya jadwal dikhawatirkan bakal menemui sejumlah kendala. Terutama faktor alam. Mulai curah hujan, gelombang laut, hingga kekuatan angin. Padahal, panitia sudah mengantongi banyak daftar tunggu peserta untuk ambil bagian dalam kejuaraan paralayang dan surfing. Belakangan juga ditambah maraton 10 kilometer. ‘’Semangat panitia memang luar biasa,’’ tegasnya.

Diketahui, Bukit Sentono Gentong direncanakan jadi venue kejuaraan paralayang tingkat nasional. Itu setelah Imam Nahrowi mengunjungi objek wisata andalan Pemerintah Desa Dadapan, Pringkuku, tersebut Selasa lalu (2/7). Tepatnya, usai menghadiri haul ketujuh Kiai Abdul Manan, pendiri Pondok Pesantren Tremas. Saat itu, Imam Nahrowi berjanji mendukung anggaran penyelenggaraan dan promosi. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here