Setelah Lebaran Semua Pedagang Dikumpulkan, Pemkot Geser CFD Pahlawan

337

MADIUN – Rencana Pemkot Madiun memindah lokasi car free day (CFD) terus bergulir. Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) sedang mengurus rencana itu secepatnya. ’’Kami sudah menghitung dan jumlah pedagang kami data ada sekitar 500 lebih. Segera kami undang,’’ ujar Kepala Disbudparpora Kota Madiun Agus Purwo Widagdo.

Agus menjelaskan, rencana itu sudah bergulir sejak awal tahun lalu. Yakni, ditandai dengan rapat koordinasi antara tim disparbudpora dengan OPD terkait, pengusaha, perwakilan Gereja Santo Cornelius dan sebagian pedagang CFD. ’’Hasilnya, sepakat CFD dipindah,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, hasil kajian internal lokasi baru di kawasan Jalan Mastrip, Jalan PB Sudirman, dan Jalan Abdurahman Saleh. Dengan alasan terinspirasi dengan Kota Malang. Di mana, kawasan Jalan Ijen terbagi jadi dua area. Yakni pasar dan khusus area olahraga. ’’Pedagangnya dimulai dari depan SMA/SMK itu setelah jalanan naik sampai Jalan Abdurahman Saleh yang sisi kirinya dimanfaatkan untuk olahraga,’’ ujarnya.

Guna meredam gejolak sosial dan menampung aspirasi pedagang, disparbudpora akan mengundang seluruh pedagang di GKM. Dicari solusi dan kesepakatan bersama agar ke depannya tidak menimbulkan permasalahan. Ditanya jadwalnya, Agus memastikan pertemuan tersebut dijadwalkan digelar dalam waktu dekat. ’’Pastinya setelah Lebaran kami kumpulkan semua pedagang CFD tanpa terkecuali,’’ janjinya.

Agus menambahkan, jika tidak ada aral melintang CFD pindah ini akan dilaksanakan di dalam beberapa bulan ke depan. Tidak sampai tahun 2020. Sebab, situasi dan kondisi ‘’pasar tumpah’’ di CFD diakui sudah mendesak untuk  segera dipindah. Lantaran sudah bergeser dari fungsinya. ’’Makanya kami akan segera mengadakan pertemuan untuk selanjutnya segera disodorkan ke Pak Wali. Keputusan tetap di Pak Wali,’’ tegasnya.

Rencananya, di lokasi CFD yang baru nanti  PKL akan diatur agar lebih tertib. Di antaranya dengan pendataan dan diberikan sebuah kartu yang menjadi penanda. Bahwa pedagang tersebut pedagang CFD. ’’Ada kartu untuk pedagang. Apa ya tujuannya lebih merasa diakui, diizinkan dan tidak merasa  ilegal,’’ paaprnya. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here